nhk

Motor Disepelekan Pengda DKI Tuh, DIlarang Melintas Di HI

ManiakMotor – Bicara kesemerautan dan keselamatan lalu lintas, motor yang dituding. Tapi kalau terima pembayaran pajak dari STNK dan hasil penjualan industri otomotif, motor yang dipuji-puji. Macam dilarangnya motor yang melintas di Jalan Medan Merdeka Barat hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI) mulai tahun ini, motor dianggap biang segalanya, hehe. Waaah sama saja melecehkan motor tuh. Kalau gitu, dilarang saja dijual dari pabriknya.

Ini kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Alasannya kawasan yang disebut di atas akan dipakai mobil pribadi untuk ERP (Electronic Road Pricing).  “Tuh kan, kalau bicara macet motor lagi yang disalahkan,” prihatin Marcel Ganie, seorang pengusaha knalpot harian untuk motor. Ia sembari bilang motor juga penyumbang pendapatan daerah yang tak kalah dengan mobil, seharusnya diperlakukan sama.  Ada program untuk mobil macam ERP, harusnya ada program yang sama juga buat motor.  

Kepala Dinas Perhubungan DKI Muhammad Akbar dalam rilisnya, katanya ini masih percobaan, bukan dilarang tapi dibatasi mulai Desember 2014. “Tujuannya menekan kecelakaan dan macet. Korban yang meninggal sekitar 60%  pengendara roda dua,” kata dia.

 Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Bakharuddin Muhammad Syah menyatakan, pembatasan itu berlaku 24 jam. Berarti dilarang sama sekali dong. Katanya akan diawali sosialisasi lewat petugas di lapangan. “Nantinya bila murni berjalan, pelanggar yang melintas akan ditilang,” tegas  Bakharuddin.

Motor-motor, kamu dituding terus. MM

BACA JUGA

1.000 Bikers Motor Klasik Kumpul Bareng Di Festival Kesenian Bikers Jogja

BAGIKAN