nhk

MV Agusta Rivale 800, Tampang Rupawan, Power Mesin Ganteng

ManiakMotor – Munculnya tampan rupawan MV Agusta Rivale 800, menurut pengakuan para insiyur perancangnya ir dari kombinasi semua desain. Desain rangka, mesin, bodi dan panel-panel instrumen pendukungnya adalah konsepnya.  Termasuk di dalamnya mesin tiga silinder segaris. Maka lahirlah kuda besi tertampan di dunia seperti dinobatkan pada Milan Motor Show atau EICMA 2012.

Kalau bodi, bisa diihat pada foto, tidak perlu diceritakan. Intip saja tiga kenalpot seperti tebas  bambu. Jangan salah, kenalpotnya bagian dari kunci futuristik tampilan. Kenalpot saja bisa begitu, apalagi yang lain. Kenalpot bukan bodi, tapi berhubungan dengan kinerja mesin.

Ya, kelihatan juga dong, kok cerita? Iya, karena silincer tersusun itu tidak membuang fungsinya.  Konfigurasi header  (leher) kenalpotnya tetap menganut 3-1-3. Gas buang tidak terlalu free flow yang membuat tenaga putaran bawah tetap ada dorongan. Ilmu tebak-tebakannya, turbelensi tenaga ‘dicekek’ konfigurasi satu itu. 

Lebih jelasnya lagi menurut www.mvagusta.com, lincahnya mesin mirip dengan tampangnya yang ramping. Atletis, cerdik, tangkas, cepat dan lincah. Begitu mereka menggabungkannya. Tenaga yang 125 dk dikontrol oleh teknologi yang mereka sebut MVICS (Motor & Vehicle Integrated Control System). Ini tujuannya setiap tingkat percepatan saat akseleresi dan deselerasi, motor ‘kepegang’ pengendara pemula sampai profesional.

MVICS memeta karakter mesin dari ECU yang bisa diubah-ubah. Bila brosist maunya limiter on pada 8.000 rpm, itu mesin Rivale yang bukan pale lu itu telah mbrebet pada kitiran segitu. Motor tak bakalan melejit di luar kesanggupan pengendara. Itu tujuannya. Sebaliknya bisa dibuka sampai bablas, ya paling mentok 13.000 rpm. Iya benar, itu artinya untuk racing. Pokoknya ada tiga pemetaan MVIC; standar, sedang dan custom. Macam itu  kira-kiranya, karena maniakmotor.com tak perlu mencobanya, takut ingin beli tapi nggak sanggup. Jadinya malah mimpi.

Situs mereka juga menyatakan, kelemahan tiga silinder pada kinerja piston, diatasi dengan keseimbang kruk-as. Itu mereka namakan counter-rotating crankshaft. Tahu kan tujuannya. Maksudnya, setiap kruk-as mengirim momen puntir, alat ini yang berkesinambungan membalasnya, agar rotasi kruk-as berlangsung normal. Piston pun bekerja pasti memompa kompresi. Tenaga tetap berlangsung halus.

Rivale 800 adalah tampang oke, tenaga yahud, kenyamanan bermutu. Itu yang ingin disampaikan MV Agusta pada khalayak. Betapa tidak, sokbreker depan dan monosok pakai Marzocchi dan Sachs. Suspensi tingkat dunia yang bisa disetel kompresi memajangnya (rebound) dan kompresi memendeknya dengan banyak tingkat (pre load). Juga aman, dengan perangkat rem Rambo, eh Brembo yang menahan dua cakram depan 320 mm dan belakang cakram tunggal 220 mm. Ito

BERITA TERKAIT:

MV Agusta Sudah Bisa Dibeli Di Indonesia

Yamaha New Lightning Vixion Vs Honda CB150R StreetFire, Duel Akhir Tahun


 

BAGIKAN