Nggak ada Presitasi Dibawah Puig, Honda MotoGP akan Diambil Alih Davide Brivio?

    Maniakmotor – Setelah bertahun-tahun kedudukan manager di dalam tim HRC Repsol Honda MotoGP diduduki oleh Alberto Puig, yang memang jelas track record prestasinya sangat kinclong dan sudah pernah merasakan berbagai kemenangan melalui pembalapnya yaitu Marc Marquez, dan juga Casey Stoner, Dani Pedrosa, dan pembalap fenomenal lainnya yang pernah injak kaki di dalam paddock Repsol Honda.

    Namun, tentunya kejayaan tidak ada yang selamanya, Honda mulai terpuruk dimulai dengan cederanya Marc Marquez pada tahun 2020 di sirkuit Jerez, yang kemudian semenjak itu semakin buruk saja cederanya, baru pada tahun ini yang Marquez melakukan operasi dan mengorbankan musim MotoGP untuk kesempatan pulih 100% atau tetap dalam kondisi tidak optimal selamanya.

    Keterpurukan Honda berlanjut dan paling parah pada seri Sachsenring sebelum GP Assen kemarin, dimana pembalapnya tidak dapat poin sama sekali, padahal sirkuit tersebut adalah tahtanya Honda pada 10 tahun terakhir melalui Marc Marquez.

    Untuk alasan ini, Honda dirumorkan akan melakukan rotasi pada jabatan manager timnya yang sudah sekian lama dipegang Alberto Puig kepada Davide Brivio, manager Suzuki Ecstar tahun 2020 yang saat ini menjadi race director bagi tim Alpine Racing di ajang balapan mobil F1.

    Davide Brivio sendiri merupakan salah satu manager tersukses dan sosok sesepuh di paddock MotoGP. Brivio sudah menjadi manager semenjak tahun 1992 dengan Yamaha. Yamaha menggaetnya jadi manager ketika mereka sadar akan keahlian Davide Brivio menjadi manager, sebelum jadi manager ini Brivio merupakan wartawan bagi media otomotif pada zaman itu.

    Singkat cerita, Davide Brivio dipercayakan menjadi manager bagi tim Yamaha pabrikan di MotoGP, dan salah satu pencapaian terbesar dalam karirnya adalah pada akhir tahun 2003. Pada waktu itu Brivio berhasil meracuni Valentino Rossi untuk pindah dari Honda ke Yamaha, Padahal waktu itu Valentino Rossi sedang menunggangi motor terbagus di MotoGP dan baru saja juara dunia 3x berturut-turut (2000-2003) dengan Honda, sedangkan Yamaha masih kesulitan untuk finish 5 besar dan bukan pabrikan yang kompetitif pada waktu itu.

    Dan yang jelas selanjutnya Valentino Rossi tidak menyesali perpindahan riskan itu, dengan titel 2004,2005,2008,dan 2009 dengan Yamaha, sampai sekarangpun Valentino Rossi dikenalnya sebagai pembalap Yamaha, blue and yellow #46.

    Sedangkan Davide Brivio kemudian pindah ke Suzuki dan berhasil mengantarkan Joan Mir menjadi juara dunia pada tahun 2020, tahun berikutnya dan sampai tahun ini 2022 doi menjadi racing director dari tim balap F1 Alpine racing team.

    Jika Honda mengajaknya untuk menjadi manager tim Repsol Honda untuk musim 2023, bukanlah tidak mungkin hal itu terjadi. Berhubung Davide Brivio belum pernah menjadi manager bagi pabrikan Honda di MotoGP.

    Apakah Alberto Puig akan digantikan? Hanya waktu yang akan berbicara dan yang jelas kedudukannya saat ini di tim Repsol Honda sudah tidak sekokoh dulu lagi.

    BONE
    BACA JUGA

    Masih Belia? Bautista: Saya Masih Berada di Puncak Performa Fisik Saya

    MotoGP 2023, Pilih Motor Gacor! Alex Marquez Tetap Didukung Marc Marquez Walau ke Gresini!