Ngomongin MotoGP Qatar 2024: Jangan Salfok Sama Pedro Acosta! Tuh Ducati Masih Mendominasi

Maniamotor.com —  Qatar selalu mencuri perhatian, dengan karakteristik sirkuitnya yang Ducati-able. Ya bagaimana tidak? 10 besar pembalap di Sirkuit Lusail, seri balap pembuka MotoGP 2024 kemarin, masih didominasi oleh pabrikan asal Italia tersebut. Rookie “ajaib” KTM, Pedro Acosta, sekalipun masih luput untuk jadi sorotan karena belum sesuai ekspetasi khalayak. Doi hanya berhasil di posisi ke-9, maklum, manajemen bannya masih kureng.

Pada grand prix, Pecco Bagnaia masih menjadi pembalap tim Ducati Lenovo terdepan, disusul oleh Jorge Martin (Pramac) di urutan ke-3. Sama halnya di sprint race, mereka berdua juga unggul. Meski begitu, para “penginjak” podium itu tak ada apanya, bila dibandingkan dengan momen dominasi Ducati di Qatar kemarin. Posisi ke-4 sampai ke-7 masih dipegang oleh para rider Ducati lainnya, baik pabrikan maupun satelite.

Hal yang dapat ditangkap adalah, bagaimana Desmosedici baik mesin mereka versi GP24 maupun yang jadi peraih gelar terbaik tahun lalu, masih merupakan motor paling gaspol di grid musim ini. Bila di tahun-tahun sebelum 2021, Ducati bisa lampaui sirkuit Lusail, Qatar, yang karakteristiknya bertrek panjang, karena top speed mereka. Di tahun 2021 ke atas, Ducati berhasil mendapatkan settingan aeorodinamika yang pas sehingga mereka tak hanya mengandalkan top speed.

Yap, revolusi di permesinan duniawi Ducati pada ajang MotoGP, kini juga menghasilkan cengkeraman yang tajam, kecepatan menikung yang mantap, serta kemampuan baik dalam pengereman motor. Aspek-aspek yang masih belum tersaingi oleh pabrikan lawan seperti KTM maupun Aprilia di Qatar. Jalan yang masih panjang bagi Acosta, Brad Binder, maupun Aleix Espergaro.

Untuk semakin membuktikan hal tersebut, mari kita lacak histori Ducati di Qatar selama beberapa tahun ke belakang hingga kini. Dimulai dari kemenangan sang Juara Dunia dua kali, Bagnaia, yang berhasil podium teratas di pembuka musim Qatar 2024. Yap, itu merupakan kemenangan di Qatar doi yang ke-10 berturut-turut pada grand prix, sebuah rekor baru dari Ducati di skena MotoGP.

Lanjut, kemenangan Jorge Martin dalam sprint race Qatar kemarin, merupakan kemenangannya yang ke-10 dari 20 balapan  sekaligus kemenangan sprint ke-17 dari Ducati dalam jumlah balapan yang sama.

Dengan kombinasi Bagnaia dan Martin untuk meraih podium ganda, rekor podium beruntun Ducati diperpanjang menjadi 47 dengan setidaknya satu pebalap naik podium

Dari semua itu, kita berada di simpulan akhir, Top Speed Ducati memang jadi keunggulan terbesar mereka, namun performa mereka di setiap putaran masih jadi yang lebih baik dari pabrikannya Acosta ataupun Espergaro. Yah, Apalagi untuk si duo Jepang ya bro, hehe. Butuh waktu berapa tahun lagi kira-kira untuk mendobrak dominasi Ducati?

Diva