nhk

Oli Drag Bike, 2-Tak Dikurangi, 4-Tak Encer Kalee..!

 


ManiakMotor – Jarak pacu yang singkat, oli mesin (4-tak) dan girboks (2-tak) di drag bike rata-rata dikurangi. Tentu dikuramgi dari standar pabrik untuk pengunaan umum.  Tujuannya, lapisan film dan kekentalan oli tidak banyak menghambat gesekkan antarmetal, hasilnya ringan. Itu rata-ratanya lho. Sebab, ada yang ogah mengurangi alias patuh pada kapasitas yang sebenarnya dengan alasan masuk akal juga.

2Tak

Untuk 2tak yang namanya oli mesin, ya oli campur yang melumasi setang piston dan pistonnya. Sedang untuk melumasi giginya, ya disebut gear box oil alias oli girboks atau oli transmisi. “Dua-duanya dikurangi, untuk oli piston selalu lebih tipis dari harian. Untuk transmisi Honda Nova Dash dikurangi 200 ml dari standar 1 liter,” kata Daniel Samsonet, joki yang juga mengurusi seting-menyeting motor drag bike MC Racing TDC- Samsonet Family di Jakarta.

Berhubung cerita transmisi batasi saja pada oli  girboks. Nah, Daniel telah coba berkali-kali dari semua tingkatan pengurangan oli transmisi, 200 cc yang aman.  Bahkan Kawasaki Ninja-nya, hanya diisi 600 ml. “Batas pengurangannya antara 100 – 200 cc. Supaya oli bukan penghambat putaran girboks. Tetapi jangan kebanyakan menguranginya, kopling bisa terbakar,” timpal Widodo juru korek tim Abirawa DMC Racing yang pakai oli lambang kerang 15/40W pada Ninja dan RX-Z-nya.

Berbeda dengan Harry, pemilik sekaligus tuner dari tim Harry Motor, kapasitas oli transmisi pada motor drag bike 2-Tak-nya dikurangi 50-100 ml. Dia pakai  oli mesin diesel Mesran B40, memang lebih kental saat kondisi dingin. Namun bila mencapai suhu ideal, justru lebih encer dan akan mudah masuk ke sela-sela komponen. “Saat dingin olinya membentuk lapisan pelumas. Jadi tidak khawatir ada bagian yang tidak terlapisi saat mesin dinyalakan lagi,” jelas pria biasa dipanggil Uda yang tidak disuruh Dahlan Iskan, menteri BUMN mempromosikan oli Pertamina. Si Uda memang cinta buatan dalam negeri. Hiiiidup, Uda..!

Yang tidak sependapat  adalah Muhammad Yusron. Ia pawang mesin Kickstart Baitech, tempat Eko Chodox membalap 2012. “Oli dikurangi memang meringankan putaran, tapi bila motor dipakai berkali-kali, misal satu heat dipacu 3 joki sekaligus, yang akan jadi korban kampas kopling,” alasan Yusron yang tidak menyebut oli merek apa pada motornya, hanya spek 10/40W yang dia sebut. Maklum, hanya menguntungkan olinya untuk disebut, sponsur pun tidak.

4Tak

Tugas oli pada 4 langkah melumasi semua bagian komponen mesin. Maka itu, jangan sembarangan dikurangi. “Risikonya besar. Bila ketianggian oli pada ruang mesin di bawah pompa oli, maka oli tidak akan bersirkulasi. Belum lagi motornya dipakai join, selesai narik 201 meter langsung dipakai joki lain. Saya cukup pakai Shell 10/40W,” sebut Birowo Seno, peramu mesin dari tim JBX yang ngetop dengan Satria FU Kontroversinya. Sekadar tahu saja, motor standar rata-rata pakai oli 20/50W. Kian rendah angkanya, kian encer olinya.

Wawan Kristiarto sependapat, peramu engine dari Abakura Ditra Jaya Solo yang ngetop lewat FU Solo. Ia menkosumsi oli  lebih encer lagi,  5/30WMotul V300. Ia mengisi bak oli FU 1.000 ml, artinya olinya bertambah.  “Kapasitas mesin kan naik. Putaran mesin juga tinggi, otomatis butuh pelumasan lebih banyak,” jelas Wawan.

Lain dengan Arief Sigit Wibowo alias Pele yang ngetop lewat tim Pells Racing. Ia pengorek Yamaha Jupiter Z Pele sebagai penantang FU di Bebek TuneUp s/d 200 cc. “Saya mengurangi 100 ml dari standar Jupie 800 ml. Putaran mesin lebih enteng  dan sejauh ini aman-aman saja,” kata Pele yang pakai oli mesin Motul  5100 dengan spek 10/40W.

Sekarang urusan matik seperti dilakukan Tomo Speed Shop (TSS). Tim ini ikut megurangi lebih ekstrem. Alasannya, oli mesin dan transmisi matik terpisah. “Mesin hanya diisi 500 ml dari yang sebenarnya 1.000 ml. Yang penting oli mesin sanggup bersirkulasi menyusup ke sela-sela komponen, visikositas dipatok 10/40W, mereknya Mobil 1. Sedang trasmisi dikurangi 50 ml,” ungkap Utomo si pemilik TSS.

Langkah-langkah yang diterapkan tim-tim papan atas di drag bike tersebut bisa diaplikasiuntuk harian, bukan dengan cara mengurangi. Itu risiko. Kecuali untuk tarik-tarikkan malam, hehe. “Pilihlah oli yang lebih encer, pasti mesin lebih ringan tenaga akan bertambah. Memang kedengaran rada kasar, tapi itu aman,” pungkas Wawan yang menerapkan langkah tersebut pada pasien motor standarnya. adit

BERITA TERKAIT:

Mesin DOHC Honda CB150R StreetFire Dan Suzuki Satria FU, Sama-Sama Efisien

Setting Karburator Drag Bike Ala Bowo Samsonet

DragBike BSD City, Settingan Kaki Pemenang Matik

Konstruksi Persneling Drag Bike, Setara Quick Shifter

Setting Setang Kemudi Drag Bike


BAGIKAN