nhk

One Prix Surabaya 2019: Race-1 Novice, Robby Sakera Podium 1, Knalpot Proliner Pastikan Juara 2019

Robby Sakera Juara One Prix 2019
Robby Sakera Juara One Prix 2019 Kelas Novice

ManiakMotor – Karakter sirkuit Bung Tomo di Surabaya, Jawa Timur adalah rpm tinggi untuk ukuran balap bebek. Sirkuit sepanjang 1.2 km dengan 9 tikungan yang 6 kanan dan 3 kiri tersebut bertipe cepat. Membalap di situ kudu rapi dan selalu tepat racing line agar mendapatkan waktu konstan di saat balapan.

Ternyata hal itu sangat diketahui oleh Murobbil Vitoni alias Robby Sakera dan mekanik Proliner 549 Kaboci Racing Team yang dibela Robby. Robby mampu bermain tenang alias nggak banyak ‘belanja’. Maksudnya, dia sangat patuh pada jalur balap. Rapi racing line-nya, sehinga catatan waktunya sangat rata-rata di 45.6 detik sekian-sekian.

Robby mengaku diinstruksikan bermain tenang, sehingga bisa rapi di jalur balap. Katanya kalau rapi, lawab akan kelelahan sendiri mengejar, “Terima kasih pada tim dan sponsor maka saya juara,” kata Robby sebelum ke panggung podium usai jaura race-1 di sirkuit Bung Tomo tersebut. Robby bertempur keras dengan lawan beratnya di klasemen Bebek Novice si Aldiaz Asqal Ismaya (Yamaha Babarapi) yang diselingi Wahyu Nugroho (Yamaha Bahtera NHK). Di antara kedua lawannya, Robby berhasil muncul dengan permainan mulus.

Mekaniknya selain mempersiapkan mesin dengan sematang-matangnya menyegarkan semua suku cadang fast moving untuk balap. Piston-ring sampai ampas-pelat kopling diperbarui, “Kaki-kaki atau suspensi kami panggil ahli settingnya. Di sirkuit cepat, agar motor tetap diam kuncinya pada suspensi dengan rebound yang paling lambat. Apalagi aspal Bung Tomo sangat mulus. Tak lupa kami punya ajian knalpot Proliner untuk putaran tinggi. Kanlpot ini sebenarnya untuk riset ARRC yang boleh berpatokan pada sirkuit Bung Tomo,” kata Achos de Lalang, mekanik Proliner 549 Kaboci Racing Team.

Dengan hasil race-1 Novice ini, dipastikan Robby Sakera juara One Prix 2019 kelas Novice. Race-2 sudah nggak ngaruh. Soalnya dia sudah unggul 25 point, yakni total 168 point dan Ismaya 143 point. Andai, Robby race-2 nggak finish dan Ismaya juara, hasil akhir akan sama. Tapi dari prestasi, Robby lebih banyak angka 25 alias dia yang banyak juara ketimbang Ismaya. Gitu bro.

Jadi, untuk race-2 nggak perlu ditulis lagi. Malah kedudukan Ismaya yang kedua di klasemen bisa digoyang oleh Wahyu Nugroho. Tuh sudah ada hasilnya, Nugroho juara. Sedangkan Ismaya ke-6 dan Robby ke-8 yang nggak sengotot race-1 pertama. Ya iyalah penyakit orang Melayu, sudah tahu hasilnya jadi nggak perlu kerja keras lagi.

Jangan biasakan begitu. Raider

BACA JUGA

Hasil One Prix Surabaya, Jawa Timur 9 – 10 November 2019

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353