nhk

Panggona Prix Bosowa 2018, Rahasia ‘Bebek Goreng’ Jawara, Spesial Karya D2T!  

Bebek Goreng dan joki juara

 

ManiakMotor -Dulu kelas ini disebut standar korek. Kelas paling banyak pesertanya pada semua event balap motor di Indonesia. Namanya Bebek 2T 116 cc STD. Makanya saat  Panggona Prix Bosowa di Palu, Sulteng pada 30-31 Desember 2017, kelas ini diadakan dengan hadiah satu unit R15.

Dendit. Masih aktif 2T

Di Palu kelas ini memang belum mati alias nggak ada matinya. Malah di event Panggona menjadi kelas yang menyumbang banyak peserta. Selalu hot dengan cerita di pinggir lintasan. “Biasanya ada ‘isiannya’ juga, kisaran Rp 50-100 juta,” bisik salah satu sumber.

Ups! Sesi kualifikasi harus dibagi dua group, total starter tembus 40-an. Salah satu korekan ‘bebek goreng’ yang kerap jadi bintang adalah garapan Dendit Wibowo punggawa D2T asal Yogyakarta. Itu F1ZR yang dikorek std yang dulunya dikenal dengan standar korek tadi.

Dendit – sapaan akrab dari ayah rider papan atas Rheza Dhanica itu – belakangan memang ngetop di spek bebek goreng. Masih ingat dengan tulisan ini, F1ZR-Soimah? Ya, artikel itu pula yang bikin kondang Dendit hingga ke Sulawesi.

Karya Dendit dikebut M. Ilham rider Akai Jaya jadi juara. Ilham tampil menawan di seri pamungkas, ”Kualifikasi jatuh dan menempati posisi start paling belakang. Tapi performa motor memang mantap, perlahan tapi pasti masuk barisan depan dan finish pertama,” puji Ilham.

Tinggi eksos 26 mm dan lebar 39 mm adalah menu wajib untuk standar korek. Katanya  karaketer mirip-mirip dengan mesin di Jawa. Perbedaannya hanya pada gir, “Jawa 13/40, Panggona 13/37 atau lebih berat di sirkuit ini,” beber Dendit yang andalkan knalpot D2T Muffler yang mau ditelepon di 082313822036 berurusan dengan knalpot. Ardel

BACA JUGA

Hasil Panggona Prix, Palu, Sulteng 31 Desember 2017 – 1 Januari 2018

BAGIKAN