nhk

Paruh Kedua MotoGP 2019: Prestasi Lorenzo Kalah Dari Bradl, Maka Mau Pensiun?

Lorenzo sedang istirahan di Maladewa

ManiakMotor – Prestasi Jorge Lorenzo selama di Repsol Honda dari separuh grand prix 2019, terbaiknya finish ke-11 di GP Prancis. Terbaik saja ke-11, berarti selebihnya lebih buruk dari 11.

Sedang Stefan Bradl yang menggantikan Lorenzo di sirkuit Sachsenring, Jerman pada 7 Juli 2019, finish ke-10 alias dapat point 6. “Terima kasih pada Bradl, karena sudah ikut menyumbang point buat Repsol Honda,” kata Alberto Puig, manajer Repsol Honda Team.

Lorenzo absen di Sachsenring lantaran jatuh pada FP1 di event sebelumnya sirkuit Assen, Belanda. Dia cidera dan butuh perawatan lebih lanjut. Makanya dia cabut dari Belanda sebelum balapan berlangsung.

Rumor saat Lorenzo beristirahat cidera tersebut kelihatan lagi main-main ke Maladewa, dia pun dibilang akan pensiun. Juga akan dipensiunkan oleh Honda dengan pertimbangan kesulitan beradaptasi dengan RC213V sehingga berpengaruh pada prestasinya. Juga sangat terbaca saat digantikan Bradl yang langsung masuk 10 besar.

Pula berkaitan keselamatan Lorenzo sendiri. Semakin dia bernafsu beradaptasi, jatuhnya kian seram. “Tidak ada itu opsi pensiun dari Jorge dan Honda. Jorge akan siap di Brno. Pulih dari cidera bukan perkara mudah. Tetapi dalam hati Lorenzo yang seorang juara akan berjuang kembali dengan motivasi baru,” tambah Puig yang tidak menampik bila Lorenzo nggak siap di Brno, jasa Bradl yang tester HRC tersebut akan kembali dikaryakan.

Isu bantahan Lorenzo pensiun ini juga diperkuat klausul  teken kontrak dua tahun, yakni 2019 dan 2020, “Kami berpegangan pada kesepakatan kontrak. Belum ada pernyataan pensiun dari Jorge dan kami,” kata Bos Honda Tetsuhiro Kuwata sembari menepis desas-desus Lorenzo pensiun. Miolo

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2019, Moto2 dan Moto3

Paruh Kedua MotoGP 2019: Jaminannya Marquez, Strategi Honda Mulai Dari Nol

Paruh Kedua MotoGP 2019: Lorenzo Dikabarkan Pensiun, Honda Hormati Kesepakatan

MotoGP Sachsenring 2019: Ducati Lambat Di Tikungan, Itu Soal DNA Bukan Gaya Balap

BAGIKAN