nhk

Paruh Musim MotoGP 2019: Quartararo Bagai Lorenzo Baru Di Yamaha? Lin Jarvis Menjawabnya..!

200

ManiakMotor – Yang dilakuan Fabio Quartararo awal di MotoGP bersama Yamaha, persis Jorge Lorenzo awal bergabung dengan Yamaha. Bedanya Lorenzo di tim pabrikan dan Quartararo dengan tim satelit. Sudah gitu, Petronas Yamaha SRT (PYS) adalah tim baru di MotoGP. Tapi Quartararo telah menyumbang tiga pole dan dua podium pada paruh musim 2019.

Tentu saja Lin Jarvis sebagai Managing Director Yamaha Motor Racing bangga dengan prestasi tersebut. “Jujur saja tidak ada terget dan harapan tinggi pada tim PYS. Mereka tim baru yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Melibatkan Fabio sebagai pembalap juga risiko. Tapi nyatanya itu keputusan yang tepat. Dia jadi sosok pembalap di luar Spanyol dan Italia memberikan gairah tersendiri untuk MotoGP. Dia dari Prancis,” papar Jarvis.

Jarvis percaya, walau ada sosok-sosok yang direkrut PYS sebagai jaminan, seperti Wilco Zeelenberg, ada juga Ramon Forcada yang sebelumnya kepala kru Jorge Lorenzo lalu ke Maverick Viñales dan sekarang bersama Franco Morbidelli. Belum lagi para eks teknisi tim Marc VDS. Termasuk jajaran Tim SIC dari Malaysia yang sudah berpengalaman sebelumnya.

Tapi menurut Jarvis, semua itu butuh jam terbang. Untung saja ada ‘bocah’ Perancis masih sangat muda, ya siapa lagi kalau bukan Quartararo. “Untungnya merekrut Quartararo dengan tim seperti PYS, bayarannya belum terlalu mahal. Ini juga memainkan peran besar dalam tim baru,” tambah Jarvis dengan bangga.

Bagi Jarvis, Quartararo tidak terbantahkan memiliki bakat besar. Walau awal direkrut, Jarvis mengaku Yamaha nggak tahu apa yang diharapkan dari pemuda berjuluk “Il Diablo” tersebut. Apakah dia bisa menggeber M1? “Dari semua kira-kira ini, kami setuju saja ketika ia diusulkan oleh PYS dengan kontrak dua tahun,” cerita Jarvis dan telah melihat Quartararo menunjukkan penampilan menjanjikan sejak di FM CEV, Moto3 dan Moto2.

Bahkan, Jarvis juga pernah mendengar dan membaca cerita-cerita ‘aneh’ soal Quartararo. Misalnya saat direkrut dari Moto3 di FIM CEV karena juara termuda 14 tahun disebut penerus Marc Marquez. Juga jadi Ayrton Senna yang baru pas dikombinasikan dengan Valentino Rossi. Tapi juga cerita miring tentang manajemen yang buruk dan menurut Jarvis justru berpengaruh pada penampilan Quartararo.

Lalu Jarvis melihat kesamaan saat Jorge Lorenzo sebagai rookie MotoGP 2008 yang merebut tiga pole dengan Yamaha pada tahun pertama. Bisakah Quartararo menjadi Lorenzo baru? Atau sekalian mengikuti jejak Márquez? “Itu bisa saja. Tapi sejauh ini dia belum mendapat  tekanan signifikan. Tapi saya yakin dia orang yang sangat baik, dia normal, lugas, tidak rumit, sopan, dan efektif,” tutup Jarvis.

Ok deh tunggu permainan Quartararo pada paruh kedua musim 2019. Usai libur langsung ke Brno, Ceko pada 2 – 4 Agustus 2019. MM

BAGIKAN