nhk

Pasca MotoGP Assen 2018: Dasarnya M1 Rossi Kuat, Tapi Butuh Akselerasi Tambahan

ManiakMotor – Pada dasarnya Valentino Rossi tampil di Assen, Belanda, sudah puas. Kalau akselerasi motornya lebih baik makin puas dia. Walau dia tak bermasalah dengan Andrea Dovizioso yang saat itu sudah kedua dan tinggal 2 lap finish, Rossi mengaku kansnya ada pada podium, bukan juara.

Rossi mengaku sangat kompetitif di Assen. Anatomi motornya pas dengan sirkuit yang melenggang terus tersebut, “Kita dapat manfaatkan potensi M1. Jauh lebih kompetitif dari balapan sebelumnya. Namun dibanding Ducati dan Honda, M1 masih kuang pada akselerasi,” sebut Rossi dengan terus terang.

Makanya selanjutnya dan masih tersisa seri yang banyak, Yamaha di Jepang kudu segera ada perbaikan. Saran Rossi sih tetap dikorek dari elektroniknya. Bila nggak ada kemajuan dari area ini, juara yang sudah lama ditunggu tak akan juara-juara jua.

Nggak juara lagi di Sachsenring Jerman, itu rekor Yamaha tanpa juara 19 kali manggung di era MotoGP. Pernah terjadi pada 2002 dari 18 tampil sama sekali tanpa juara seri yang saat itu belum diperkuat The Doctor, “Saya jamin persaoalan ini akan teratasi, tapi saya nggak tahu sampai kapan,” tambah Rossi setelah insiden dengan Dovizioso akhirnya hanya kelima di Assen.

Di Belanda, Rossi menggunakan ban belakang lembut yang saat itu suhu lintasan 40ºC. Katanya itu pilihan yang sangat sulit. “Hanya dengan ban itu saya merasa nyaman. Saya sudah coba pakai yang lebih keras, lebih menderita lagi. Saat lomba M1 Zarco pakai yang lebih keras, tapi nyatanya dia lebih tersiksa. Maverick (Vinales) dan saya pakai ban yang sama. Kami berdua lebih baik,” tutup Rossi. MM