nhk

Pasca MotoGP Italia 2017: Marquez Keteter Di Mugello Karena Karet Hitam

Marquez setengah mati mengejar Bautista

ManiakMotor – Penampilan terpayah di MotoGP Italia adalah Honda. Sirkuit Mugello sangat tak bersahabat sama RC213V mesin Big Bang selama 23 lap (4/6). Dani Pedrosa terjerembab dengan kebiasaannya menyatuhkan Cal Crutchlow di tikungan. Sedang Marc Marquez susah payah mengejar pembalap satelit Ducati Alvaro Bautista di urutan kelima.

Kenapa RC213V begitu sulit di trek dekat pengunungan Tuscany, Italia itu? Sampai-sampai Marquez yang diposisi keenam  punya jarak hampir enam detik dengan Dovi sebagai pemenang. Ketika disalip Rossi, Dovi dan Petrucci tidak bisa membalasnya.

Dengan mesin Big Bang, Marquez tidak persoalkan. Pemicu utamanya, ban depan Michelin yang kurang cocok dengan gaya pengeremannya yang lambat. Saat balapan ronde keenam itu, pembalap Spanyol pilih senyawa medium asimeris depan kombinasi medium belakang.

Saat start, ia dapat melejit di posisi ketiga di belakang Vinales di dua lap awal. Tapi, katanya, begitu suhu ban naik, agresivitasnya kontan menurun. Ternyata dengan ban asimetris depan yang kirinya medium, sisi kiri jauh lebih lembut dari senyawam medium (M). Sedang kanannya terlalu keras pula dari senyawa keras (H).

Akibatnya, “Saya harus mengatur sisi kiri dan mendorong dengan sisi kanan. Dengan begini saja, tidak cukup,” keluh MM. Ia bisa berjuang meraih podium, tapi katanya, dirinya akan banyak mengambil risiko di tikungan.

Timbul pertanyaan, kenapa ia tidak pilih pakai asimetris senyawa keras sisi kirinya? Artinya, sisi kanan medium justru lebih sulit. Kesimpulannya, ban baru Michelin asimetris depan tidak belum pas sama RC213V. Rezki

BAGIKAN