nhk

Pasca MotoGP Italia 2017: Rossi Bayar Mahal ‘Kebohongannya’, Barcelona Akan Sulit

Rossi, motogp, Mugello

ManiakMotor – Beda saat latihan dan kualifikasi dengan balapan, diakui oleh Valentino Rossi. Tercepat di FP3 dan start front row (tercepat kedua) meyakinkan pencintanya kalo The Doctor bisa podium. Kenyataannya, dalam 23 lap ia disalip mulai oleh rekannya Vinales, kemudian, Dovizioso sang pemenang, dan terakhir Danile Petrucci, pembalap satelit Ducati.

Artinya, dalam balapan ronde keenam, kemarin (4/6) Rossi tidak didukung fisik yang baik. Dan itu diakuinya, malah saat lomba baru berjalan 8 lap, dirinya sudah tidak mampu 100% membawa M1. Meski melakukan start baik dengan melejit ke depan, tapi baru empat lap sudah dilewati Vinales.

Satu lap kemudian, giliran Dovi walau Rossi dapat mengambil kembali di lap tersebut. Dalam pertarungan itu, Rossi harus mengakui GP17 yang kencang di trek lurus. Tampak sekali fisik Rossi terus menurun dan pada lap 12, Petrucci menyusul Rossi.”Bagi saya pribadi, masalahnya kondisi fisik. Di lap terakhir sudah tidak mampu berbuat lebih lantaran kelelahan,” ujar Doctor.

Rossi sadar betul bahwa balap 23 lap akan sulit. Pasalnya, gebrakan yang dilakukan mulai latihan sampai kualifikasi hanya ‘kamuflase’ saja. Sebetulnya, ia sudah tahu betul fisiknya tidak mendukung. Karena, saat latihan ia hanya menempuh empat sampai lima lap, tanpa ada tekanan. Lalu istirahat untuk menghilangkan rasa sakit.

Ditambah lagi, ia sempat terjatuh saat latihan terakhir. Meski tergolong ringan jatuhnya, sedikit banyak ada pengaruh pada cederanya. Tapi, ia mengangkat jempol kepada kru kalo dirinya oke. Faktanya, “Baru menempuh delapan lap, saya siap kalah karena penderitaan lebih banyak,” tandasnya.

Nah, saat balapan kedua rodanya pakai ban kompon keras (H/H), yang sebelum balapan tidak dipakai. Jelas-jelas, daya cengkeramnya mulai bekerja di atas 10 lap. Terbukti, Vinales dapat merebut posisi kedua dari Pettruci di lap 18 dibantu kondisi fisik. “Saya coba untuk tidak menyerah di belakang Petrux (Pettruci). Sayang, saya tidak cukup kuat untuk mengejarnya,” keluh Rossi.

Persoalan yang dihadapi si gaek berdarah remaja ini, usai Mugello balapan dilanjutkan ke Catalunya (11/6), tanpa istirahat dan itu katanya juga akan sulit. Ia coba menyembunyikan fisiknya dengan mengalihkan isu soal aspal sirkuit. Kondisi sangat buruk dan tingkat gripnya rendah. “Di Jerez dengan kondisi begitu, kami menderita dengan M1. Padahal motornya sama saja dengan Le Mans atau Mugello ini,” tandas Rossi, meski ia menyukai layout baru trek. Rezki

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2017, Moto2, Moto3 2017

BAGIKAN