nhk

Pasca MotoGP Jerman 2017: Jonas Folger, Pembalap Satelit Ketiga, Berkualitas ‘Dirangkul’ Pabrikan

Folger, Sachsenring, MotoGP

ManiakMotor – Ada yang istimewa dari hasil balapan MotoGP Jerman di sirkuit Sachsenring. Pembalap tuan rumah, Jonas Folger hampir saja bisa mencopot julukan “King of Sachsenring dari pundak Marc Marquez, yang akhirnya mampu juga mempertahankan reputasinya di ronde kesembilan, kemarin (2/7). Folger sendiri harus puas finish kedua yang merupakan pencapaian tertinggi musim ini.

Setidaknya, Folger sudah menunjukkan dirinya sebagai pembalap satelit yang punya kualitas baik. Sama dengan rekan setimnya, Johann Zarco (Prancis), juga finish kedua saat berlaga di kandang sendiri. Sampai ronde kesembilan, keduanya menduduki peringkat keenam (Zarco dengan 84 angka) dan ketujuh (Folger, 71). Pencapaian yang luar biasa.

Cal (depan) dan Petrux tahu kelemahan dan kelebihan motor tim pabrikan

Padahal, kedua pembalap yang  satu tim di Yamaha Tech3 ini tampil dengan Yamaha M1 2016. Namun Folger sempat merepotkan Marquez di awal lomba. Kematangannya tampak, saat dirinya tidak lagi memaksa untuk mengejar Honda akibat melakukan kesalahan di tikungan 1 yang terlalu melebar.

“Saya hanya menjaga keausan ban, setelah dua atau tiga kali hampir terjatuh. Saya beberapa kali coba jalur berbeda, juga gaya balapnya. Tapi, tetap tidak bisa setelah kesalahan di tikungan pertama,” kenangnya.

Yang pasti, Zarco dan Folger tercatat sebagai pembalap satelit yang bagus. Termasuk juga Denilo Petrucci (Octo Pramac Ducati) dan Cal Crutchlow (LCR Honda). Hanya, dua nama terakhir ini punya karakter balap yang agresif, sehingga frekuensi jatuhnya lebih sering dibandingkan Zarco dan Folger.

Bukti, kalo mereka tergolong pembalap potensial. Tim pabrikan menaruh perhatian pada mereka. Seperti Folger sempat diajak oleh Yamaha menguji sasis baru dengan M1 2017 di Barcelona. Ia pun jadi tahu kelebihan dan kelemahannya.

Petrucci pun sempat mencicipi Desmosedici GP17. Bahkan, Ducati paling awal memperpanjang kontrak Octo Pramac, tim yang dibela si Petrux sebagai tim satelit tahun ini. Sama seperti Folger, ia pun paham kekurangan Desmo GP17.

Sami mawon dengan Cal. Tim pabrikan Honda mengambil alih kontrak dari LCR dan sudah diperpanjang tahun ini. Bahkan pembalap Inggris ini diikutsertakan menguji mesin Big Bang dan knalpot baru. Malah tahun lalu ia dua kali menuai kemenangan (MotoGP Ceko dan Australia), sedang di rumah sendiri finish kedua.

Jika keempat pembalap ini dikasih motor-motor 2017, wah…wah bisa merepotkan skuad pabrikan. Mari kita tunggu lagi gebrakan mereka. Rezki

BAGIKAN