nhk

Pasca MotoGP Jerman 2017: Lorenzo Pasrah, Ini Harapannya Pada Desmo GP17

Lorenzo, Sachsenring, Motogp

ManiakMotor – Jorge Lorenzo yang start dari posisi keenam, gagal memberi senyuman bagi kubu Ducati. Ketika start, juara dunia tiga kali ini seperti memberi sinyal bakal naik podium di balapan MotoGP Jerman di trek Sachsenring yang kering, kemarin (2/7). Kenyataannya, ia menyentuh garis finish di urutan ke-11.

Padahal, lepas start, Lorenzo dengan Desmo GP17 langsung menempel di belakang duo Honda RC213V (Marquez dan Pedrosa). Seperti biasa, galak di awal lantas melorot seperti di beberapa seri sebelumnya. Kondisi itupun dialaminya kembali di ronde kesembilan ini.

Kompon ban lunak yang dipasang pada roda depan dan belakang, hanya memberi gertakan buatnya di lap-lap awal. Hanya, dia satu-satunya di antara pembalap papan atas yang pakai kombinasi itu. Lainnya, umumnya pakai medium depan, sedang belakang ada yang keras (hard), medium, dan  lunak.

Saat daya cengkeram belakang menurun, satu persatu lawan melewatinya. Dimulai dari Folger, Rossi, Petrucci, Vinales, Dovi, sampai Zarco. Ia merasakan bencana sebelum balapan, tepatnya saat sesi pemanasan (warm up).

“Ketika pemanasan adalah bencana. Aku punya salah satu langkah terburuk pada grid. Tidak ada lagi yang bisa diharapkan saat lomba,” urainya. Makanya, saat start ia memberanikan diri coba menempel Marquez dan Pedrosa.

Selain soal ban, ia punya masalah di tikungan. Untuk mengatasi, Lorenzo coba manuver agak sedikit lebar agar ke luarnya bisa dapat kecepatan terbaik. Justru cara seperti itu jadi mekanan empuk lawan melewatinya. Akhirnya, ia pun menyerah.

Ia sedang menunggu sesuatu yang benar-benar baru pada GP17 agar bisa lebih kompetitif. “Motor punya banyak potensi. Jika Anda tahu bagaimana menunggangnya, tapi punya gaya yang berbeda, Anda bisa sangat kompetitif. Untuk saat ini, saya terasa sulit,” keluh Lorenzo. Rezki

BAGIKAN