nhk

Pasca MotoGP Jerman 2017: Rossi Tertolong Sasis, Vinales Bingung Elektronik, Rahasiakan Sasis

Rossi-Vinales, Sachsenring, Motogp

ManiakMotor – Kendati gagal podium, penampilan Valentino Rossi dan Maverick Vinales patut diapresiasi. Bayangkan, start dari urutan kesembilan dan 11, kedua pembalap Yamaha itu masuk dalam lima besar di ronde kesembilan di Sachsenring, kemarin. Vinales finish keempat dan The Doctor kelima.

Rossi mengaku sangat tertolong oleh dua faktor. Pertama, didukung sasis baru. Jika tidak punya komponen itu, katanya, kondisinya akan seperti di Jerez (10) dan Barcelona (8). “Dengan sasis baru bisa lebih kompetitif dan punya kecepatan yang baik, dari awal sampai akhir,” ujarnya.

Faktor kedua, cuaca. Seandainya saat balapan terjadi hujan, dirinya akan berjuang lebih keras. Saat kering pun, keluhnya cukup sulit menyalip karena trek sempit. “Jika start lebih ke depan sedikit, mungkin aku bisa bersaing sama Pedrosa dan mungkin naik podium,” tegasnya.

Ya, itulah balap. “Anda sudah punya perasaan yang hebat. Tapi kala datang ke trek lain, seperti akhir pekan ini, nyatanya Anda menderita,” urai Vale soal dirinya. Ketika start dan setengah lap, Rossi sudah keenam. Pertengahan lomba mampu nyodok empat besar, tapi kemudian disalip rekannya jadi kelima.

Paling berpeluang naik podium itu, justru Vinales. Meski dari ke-11, kalo agak agresif sedikit pada lap-lap awal, diyakini minimal podium ketiga. Tapi, itulah ciri khas dari pembalap Catalan ini yang di beberapa seri acap gerakannya lamban dan cenderung turun posisinya. Terlebih jatuh di Assen membuatnya lebih berhati-hati.

Namun dirinya mengaku, dengan bahan bakar penuh tidak punya feeling yang bagus. “Trus, sulit menjaga kecepatan di tikungan,” bilang Vinales soal lamban gerakannya di lap-lap awal. Baru lepas lap 10 dan tidak banyak pembalap di depan, ia berani meningkatkan kecepatan. Pemkaian ban medium depan-belakang sangat membantu upayanya mengejar ke depan.

Ditanya, apakah Yamaha bisa meningkatkan performa pada musim paruh kedua? Ia menunjuk perubahan pada elektronik yang dianggap aneh dan jadi salah satu alasan di balik ketidakstabilan penampilannya. “Jika sebelumnya kita berjuang memodifikasi elektronik dengan mengurangi tenaga di setiap balapan, eh sekarang justru butuh tenaga dari elektrnik,” heran Vinales yang diminta untuk tidak menyebut kepada wartawan soal sasis yang dipakainya.

Wah..wah, jangan-jangan ada sasis baru lain lagi,nih. Rezki

BAGIKAN