nhk

Pasca MotoGP Thailand 2018: Marquez Sulit Mengerem, Ban Kepanasan, Tapi Juara

ManiakMotor – Bebas bicara buat yang juara. Sang juara, pasti lengkap sudah yang dimilikinya. Strategi mengawetkan ban, skill bertempur dan juga kemampuan motor.

Itulah yang dimiliki Marc Marquez di sirkuit Chang Buriram, Thailand pada Ahad 8 Oktober 2018. Menurutnya, jalannya duel sesuai pancingannya, eh maksudnya skenarionya, “Lomba berjalan persis yang saya harapkan. Coba dorong di empat lap pertama, tapi motor kurang enak dengan tangki terisi penuh bahan bakar. Lebih baik membayangi saja, namun ban makin panas,” sebut Marquez.

Marquez ini memang bebas berstrategi dengan keunggulan poin yang dimilikinya. Tapi naluri menyerangnya tetap dia pelihara dengan bukti di lap-lap akhir berduel dengan Andrea Dovizioso. Walau saat itu, menurut pengakuannya, RC213V sulit direm pada titik yang tepat.

Pembalap Spanyol ini sudah membaca akan pertarungan di akhir lap, khususnya tikungan terakhir. Alasannya, Dovizioso sulit lepas dari buntutnya dan pasti akan terjadi perebutan posisi setiap tikungan pada last lap.

Karena itu, dia coba tiga lap sebelim finish untuk bermanuver di tikungan terakhir. Ternyata saat itu, motornya kembali sulit dihentikan. Akibatnya agak melebar dan harus atur ulang tenaganya dan mudah diambil Dovizioso.

Belajar dari situ, dengan jurus yang sama, namun motor tepat pada racing line, Dovi sulit mengejar ulang di tikungan akhir last lap. “Kini kami menghadapi Motegi (Jepang). Para penggemar dan merek tentu ingin saya menang di situ. Lalu kejuaraan dunia bisa dipastikan juga,” harap Marquez pada lomba dua minggu lagi dari sekarang.

Namun, Marquez tahu untuk menang dari Dovi di Motegi nggak mudah. Ducati punya citra yang bagus di sana. Belum lagi dengan kemampuan Ducati terkini. Bila Dovi juara dan Marquez kedua di Jepang, juara belum bisa diklaim. Marquez harus di depan Dovi. MM

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2018, Moto2, Moto3 2018

BAGIKAN