nhk

Pasca Tes MotoGP Buriram 2018: Cerita Lorenzo Setelah Dikalahkan Hafizh Syharin

ManiakMotor – Hari ketiga atau hari terakhir tes di sirkuit Buriram, Thailand, posisi Jorge Lorenzo dengan Ducati barunya hanya ke-22. Sementara debutan baru di MotoGP dari Malaysia, Hafizh Syharin di posisi 21. Berarti dia dikalahkan orang Melayu tersebut, haha…

Lorenzo jadi pembicaraan karena tak bisa berbuat apa-apa selama tes di Buriram, karena yang tercepat di Sepang awal Februari 2018 lalu. Penggemar menunggu gebrakannya di Buriram. “Motor baru ini sangat tidak enak di Buriram. Hari terakhir saya nggak mengambil time tercepat, hanya melaksanakan simulasi lomba,” sebut Lorenzo yang sekaligus jawaban dia dikalahkan Syharin.

Jawaban Lorenzo ini sekaligus gambaran Ducati yang didatangkan tes Buriram yang katanya edisi baru, masih harus dikembangkan. Berbeda dengan yang di Sepang masih berbau GP17 malah lebih nyaman digebar. Lorenzo sebenarnya dari kombinasi tiga hari berada di posisi 16. Tetap saja jauh dengan gebrakannya di Sepang yang membuat rekor sirkuit tersebut.

Atau juga analisa yang berbeda soal Ducati. Bahwa itu motor Eropa belum sepenuhnya tertangani bila ketemu sirkuit pendek-pendek. Juga sirkuit di depan trek lurus harus melakukan pengereman deras. Sekalian beberapa tikungannya sempit yang membuat putaran mesin Ducati jadi sontoloyo.

Makanya Lorenzo masih menunggu apa yang dikerjakan para insinyur Ducati setelah Buriram. Dia yakin motor baru yang disodorkan masih butuh pengembangan settingan. “Apalagi ban depannya sangat buruk gripnya. Lihat saja di tes Qatar nanti, apakah berubah,” pungkas Lorenzo.

Itu kan Lorenzo, beda dengan Andrea Dovizioso yang sejak awal nggak mau bertarung hanya demi cepat-cepatan. Dia lebih suka yang namanya testing, ya untuk ngetes. MM

 

BAGIKAN