nhk

Pasca Tes MotoGP Thailand 2018: Lagi, Keterangan Rossi Tetap Masalah Ban Pada M1

ManiakMotor – Kerja keras malah sering bongkar-pasang mesin, sasis, sampai bodi, hasilnya penyakit grip belum ketemu. Coba saja perhatikan jumlah lap kedua pembalapnya, sangat minim untuk ukuran pabrikan. Artinya mereka lebih banyak ngebengkel ketimbang mengaspal yang asyik kejar time.

Itu hikayat Movistar Yamaha MotoGP dengan joki Valentino Rossi dan Maverick Vinales. Rossi dari kombinasi hanya ke-12 dan Vinales ke-8. Hari ketiga keduanya susah payah masuk 10 besar. “Satu-satunya pabrikan yang kompetitif di dua sirkuit berbeda, hanyalah  Honda. Marc (Marquez), Dani (Pedrosa) dan Cal (Crutchlow), ketiganya konstan,” tegas Rossi.

Lho kok malah jawabannya Honda? Maksudnya bukan hanya Yamaha yang punya persoalan. Sebab hanya Honda yang bisa bagus di Sepang dan Buriram, selebihnya harus kerja keras sebelum serial dimulai. Begitu pandangan Rossi. Bahkan bilang Ducati di Sepang laju, di Buriram seperti hasil yang ada.

“Di Yamaha tetap fokus ban yang dipengaruhi perangkat berkaitan. Bila pasang soft spek Austria, bisa kencang, tapi umur ban sangat singkat. Menggunakan yang keras, punya daya tahan, tapi nggak bisa kencang. Untuk mencari time, tetap ban belakang kurang mendukung, suhu kelewat tinggi,” alasan Rossi yang bukan cari-cari alasan pada problem set-up mereka di tes Buriram.

Berarti masih sama persoalan tahun lalu dong. Ditanya soal Zohan Zarco bisa kencang, Rossi enteng saja bicara. Katanya, M1 yang digebernya bukan edisi 2016. “Ini M1 2018, sasis mirip dengan 2016 memang iya, tapi hanya basisnya. Jadi perlu penyempurnaan dan masih ada tes sekali lagi di Qatar sebelum lomba,” terang Rossi yang juga bilang walau dia ditugaskan sebagai pengembang, tetap Maverick Vinales punya hak menggunakan suku cadang berbeda. Katanya tahun lalu dia juga begitu.

Ok sip, lagian ini kan belum balap. Sedang Rossi belakangan dikenal pembalap khusus race. MM

BAGIKAN