nhk

Pembalap Yamaha Indonesia; Dibekali Sukses 2014

ManiakMotor – Yang sakses jadi pembalap motor Indonesia, ya banyak. Paling tidak untuk ukuran Asia Tenggara dan lingkungan Indonesia sendiri. Dunia sih belum kaleee. Nama-mana legendaris pernah muncul di Indonesia, macam Hendra Tirta Saputra dan Beng Siswanto. Itu generasi sebelum internet. Mulai melek komputer ada yang namanya Ahmad Jayadie dan Petrus Tobun.

Generasi muda sudah melek dunia maya, ada Doni Tata dan Rafid Topan yang bisa mencapai balap motor prototipe. Hasilnya pun sampeyan sendirilah tahu. Karena itu, Divisi Motorsport Yamaha Indonesia mengadakan gathering. Isinya soal motivasi pembalap, mekanik dan owner tim untuk menjadi profesional agar lebih sukses ke depan dan akhirnya Semakin Di Depan.

Gathering berlangsung di Puri Avia Resort, Cipayung, Bogor, 11 – 12 Maret 2014. Di sini mekanik diberi edukasi berupa teknis mesin dan cara menghadapi media. Nggak melulu pegang pisau tunner sampeyan. Juga tentang kerjasama tim serta mencapai cita-cita. “Dengan cara begini pembalap, mekanik dan tim siap mental. Home of Racing seperti di rumah sendiri mereka diajarkan banyak hal agar sukses dalam balapan,” ujar Supriyanto, Manajer Motorsport Yamaha Indonesia.

Buat pembalap tidak hanya bicara trek dan motor, tapi juga manajemen diri sendiri. Seperti saat menghadapi media, pembalap diajarkan beberapa teknik yang membantu mereka profesional, menjaga sikap, performance, menjaga hubungan dan membagi informasi pada wartawan. Tanpa wartawan nggak bakal ngetop, ya kira-kira begitu. Makanya rajinlah bicara dengan pers dengan tutur kata yang sistematis. Itu namanya ikut membantu promo Yamaha yang telah keluar dana untuk mengontrak.

Media sosial diajurkan buat pembalap untuk publikasi karirnya. Diajarkan untuk “menjual diri” dengan baik supaya lebih dikenal dan publik dapat mengikuti perkembangannya. ”Saya rutin ikut gathering Yamaha Racing Team Indonesia setiap tahun. Terimakasih pada Yamaha untuk ilmu-ilmu yang diajarkan dan juga fun bersama teman-teman pembalap lainnya,” kata Ketut Madiasta, pembalap asal Bali dari tim Yamaha Win’s Motor RT.

Di acara ini juga diundang motivator asal Yogya Dhimas Prasetya dari PT Little Bee Edutainment. ”Di dunia kompetitif pekerjaan harus sungguh-sungguh. Bila hanya seperlunya, Anda akan terdepak. Jika selalu melakukan biasa dilakukan, maka Anda akan mendapatkan apa yang biasa Anda dapatkan. Maka kalau ingin mendapatkan hal berbeda harus melakukan hal berbeda,” motivasi Dhimas sembari bilang untuk menjadi sakses adalah kerja keras. 

Sama kerasnya saat di lintasan naik motor. MM

BACA JUGA

MotoPrix 2014: Tunggu Gebrakan 7 Jupiter Z1 Racing

Launching Yamaha Racing Te am Indonesia; Jadi Jagoan Semua Balap, Modal Ke International

 

BAGIKAN