Performa Ambyar di Hari Kedua Tes MotoGP Qatar, Joan Mir Mulai Lelah dengan Honda?

Maniakmotor.com — Para pembalap Honda ternyata belum tampil cukup memuaskan pada tes hari kedua di Qatar. Dari empat pembalap yakni Joan Mir dan Alex Rins (Repsol) serta Taakaki Nakagami dan Johann Zarco (LCR), tak ada yang berhasil tembus 10 posisi terdepan sekalipun

Sang juara dunia MotoGP 2020 menjadi sorotan, Joan Mir, hanya berhasil menggaet posisi ke-19, yakni berbeda 1,505 detik dari Pecco Bagnaia, pembalap terdepan saat itu. Target doi untuk mencapai 1 menit 51 detik dengan RC213V-nya itu, masih jadi angan-angan. 

Usaha mati-matian Honda dalam mengembangkan kuda besinya itu memang tak dapat kita pungkiri. Sayang sekali, bayang-bayang Marc Marquez  yang telah hengkang akhir tahun kemarin, masih melekat dan bak belum ditembus oleh Honda sendiri.

“Saya mengalami masalah dengan motornya dan fisik yang sedang tak cukup baik. Saya muntah dan memutuskan untuk berhenti sejenak. Sayangnya, saya tidak merasa lebih baik di sore hari. Saya hampir khawatir ini akan berlangsung selama beberapa hari,” ucap Mir, Maniak Motor kutip dari SpeedWeek.com (Rabu, 21 Februari 2024).

“Saya masih menyayangkan, beberapa sesi yang terpaksa harus diskip, sehingga saya hampir tidak dapat mencoba apapun. Padahal dari keseluruhan waktu yang terbuang begitu saja, kami bisa mencoba banyak hal,” lanjut doi layaknya kecewa.

Mir juga mengungkapkan bahwa di hari Senin, tepatnya hari pertama dari tes, dengan ban medium, doi merasa mulai kompetitif disandingkan pembalap lain. Namun, di hari kedua, meski sudah menaruh ekspetasi lebih baik dengan penggunaan ban soft pada kuda besinya itu, tetap saja doi masih belum “perform” optimistis.

Memang, sang pembalap asal Spanyol tersebut mengakui bahwa secara keseluruhan RC213V versi tahun ini lebih ok dibanding tahun sebelumnya. Hal ini terlihat, ketika doi dan pembalap Honda lain berhasil mencapai waktu putaran yang baik. Kecepatan tertinggi dari kuda besi pabrikan Jepang ini juga membaik, ya meski tidak begitu wow, setidaknya ada peningkatan.

Akan tetapi, motor Honda yang dikendarai Mir ini, masih memiliki beberapa masalah yang sama. Salah satunya, dengan akselerasi motor yang meningkat, sehingga motor lebih gampang ngangkat, alias liar. Wheele dari RC213V 2024 cenderung lebih sedikit karena aeodinamisnya. Mir sebut itu sebagai titik lemah dari Honda, di musim ini, yang doi rasakan selama pra-musim.

“Saya menyalahkan kondisi fisik saya. Saya memberikan tekanan, tapi sayangnya saya melakukan kesalahan di akhir tikungan tercepat,” kata doi di akhir wawancara.

Yap, performa di Qatar kemarin, doi memang lebih fokus melihat faktor utama penghambarnya adalah fisik dari dirinya sendiri. Meski begitu, struggle yang dialami Mir masih dengan motor Honda, sekali lagi, tetap bisa kita kritisi. 

Menilik empat pembalap protagonis Honda, baik dari tim pabrikan maupun satelit, stuck pada posisi yang itu-itu saja selama pra-musim kemarin. Sangat diwajarkan bila pabrikan dari Jepang satu ini, diperkirakan sedang harap-harap cemas. Kembalinya kejayaan “Cahaya Asia” masih jadi mimpi basah belaka, ya setidaknya untuk saat ini.

Diva