nhk

Perjalanan Jakarta-Kediri Klub Fino

ManiakMotor – Lima pengendara Yamaha Fino atas inisiatif sendiri melakukan jelajah Jakarta-Kediri, Jatim, dari 6-13 Juli 2012. Mereka dari Fino Owners Indonesia (FOI) yang ingin memperdalam riding, spritual dan cuci mata lewat alam. Itu dari pada di Jakarta  yang saban hari berhadapan dengan kemacetan dan tembok gedung pencakar langit. Langit aja dicakar, padahal pesawat yang bisa terbang gak pernah nabrak langit. Makanya, para pengendara Fino ini bablas ke Kediri, nggak ke langit, lho.

 Orang sih menyebutnya  turing yang awam bilang jalan-jalan. Yang mengerti sedikit menjelajah, kendati motornya matik. Itu kan bukan motor touring dalam bahasa Inggrisnya. “Nunu, Tyo, Antz, Teguh dan saya sendiri Achobule,” jelas Acho yang bertindak sebagai pemimpin rombongan dan sekaligus Dewan Syuro FOI.

Tentu saja ‘kompor’-nya si Acho juga. Tahu sendiri dia? Makanya, dari lima personel itu, empat lainnya “Newbie Tourer”. “Pernah sih, tapi hanya seputar Jabar dengan jarak tempuh kurang lebih 300 km,” kompak Nunu dan ketiga kawannya.

Hari pertama riding Jakarta-Jogja, kelelahan melanda mereka, karena melewati jalur Pantura (Pantai Utara)  yang membosankan. Setelah 6 jam Jakarta-Cirebon, mereka beristirahat selama 3 jam. Beberapa masalah kecil menimpa Fino dan diatasi di kota tersebut.

Akhirnya diputuskan melewati Ajibarang-Bumiayu-Brebes-Tegal menuju Baturaden-Purwokerto, Jateng. Di jalur ini mereka mendapati indahnya pemandangan alam pegununga dan aliran sungai yang jernih. Masing-masing langsung buka pakain dan nyebur di situ sembari salto. Ssst… becanda itu kalimat terkahir. Nih yang benar, itu  cukup menghapus lelah dan ditambah makan malam Soto Sokaraja. Kenyang deh…

Hari ke-2 Baturaden – Jogjakarta via Wonosobo untuk menegok  dataran tinggi Dieng. Daerah ini penuh tanjakan curam yang menguras fisik Fino dan tkungan-tikungan melenakan. “Jogjakarta, kota yang tak pernah mati, tak berubah. Penduduknya menyambut ramah, seninya yang indah, dan juga kota kraton,” tambah Nunu dengan wajah puas.

Hari ke-3, Jogja-Kediri, tapi sebelumnya dijamu Yamaha Harpindo Jaya Jogjakarta sambil ganti oli, itu merupakan kehormatan. Let’s ride to Kediri, jalur Solo-Sragen-Ngawi-Nganjuk merupakan tantangan. Jalanan gelap yang dilewati bus, truk dan kendaraan lain, harus waspada. Jelang subuh terdampar di Pom Bensin di kota Nganjuk, karena lelah, tidur sejenak.

Hari ke-4 antara percaya atau tidak, sampai di Kediri dengan matik yang kebetulan semua telah melakukan bore-up 150 cc. Langsung deh foto-foto di Monumen 45, Simpang Lima Kediri. Langsung ke Yamaha Timbul Jaya Kediri untuk memperbaiki sedikit masalah pada Fino. Di sinilah kota Gudang Garam yang dihiasi gedungnya yang megah.

Hari ke-5 Kediri – Tasikmalaya perjalanan malam demi menghindari kemacetan dan teriknya Jawa Timur yang menguras fisik. Di tengah perjalanan kami bertemu Bro Yoga Kermit dari YVCI Salatiga yang menemani sampai persimpangan Solo – Salatiga. Setelah sarapan, berpisah dengan bro Yoga, dan langsung ke  Tasik. Ternyata riding malam menguras fisik.

Makan siang Gudeg Kendil di Kulonprogo, menambah energi untuk nonstop ke  Tasi. Jalanan yang berkontur sepanjang Wangon-Majenang-Ciamis cukup membuat adrenalin bergejolak. “Malam ditunggu bro Pepy salah satu anggota FOI yang sedang mengunjungi keluarganya di Tasik,” cerita Acho dengan serunya. Sudah tidak jelas, seru perjalanannya atau cerita bro yang satu itu.

Hari ke-6, Tasikmalaya – Jakarta, okay guys this is our last day. Pemandangan yang hijau yang sangat membuat bersyukur masih bisa dinikmati menuju Nagrek. Tebing, gunung, aliran sungai yang jernih, membuat perjalanan menjadi sangat singkat. Sampai Bandung gerimis dan memutuskan masuk kota Bandung menyambangi sobat kami Nouvo Community.

Cuaca berkabut sedikit merepotkan kami dalam perjalanan Bandung-Puncak. Dingin nya cuaca memaksa kami untuk berhenti makan bubur dan menikmati segelas teh panas. Morning at Cibinong, Nunu’s house, Wangi ayam taliwang menggugah selera kami mencicipinya. Special thank’s to Nunu’s Family & Tessa.

Okay here we are at home, lega, lelah, sumringah, senang, bangga, dan masih banyak lagi kata-kata untuk diucapkan mengenai Tour of Java ( Jakarta- Kediri berjarak total 1.917 km) bersama Fino Owners Indonesia.

BERITA TERKAIT:

Klub Fino Lahir Sebelum Motornya Dijual

Lapak Fino Owners indonesia Paling Bagus

Komunitas Nouvo Mengenang Jasa Pahlawan


BAGIKAN