Persamaan Mendasar ECU BRT vs Aracer! Dua-duanya Wajib Dipakai di 2024

Road race, Motoprix, solo, manahan, Jawa
Perangkat ECU Juken 3 BRT

Maniakmotor.com – Ini artikel nostalgia. Tepatnya ketika ECU produk BRT di era Juken 3 sempat ngetop. Saat itu, lawannya  bikinan aRacer (RC1 Gold). Karena memang dari awal kedua barang itu sama-sama dilengkapi fitur double injector yang bekerja pararel pada power bawah-atas itu.

Oh iya, berhubung kita bahas awal-mula perduniawian ECU. Maka nama-nama tim yang ada di sini juga diambil dari periode tersebut ya bro.

Intinya, dulu keduanya sempat sama-sama menjadi pilihan. Hasil telusur di lapangan, di tahun 2016 produk itu memang menyebar di beberapa tim unggulan. Sebut saja Juken 3 di Honda Trijaya dan aRacer di Yamaha Bahtera. Dua tim itu hanya contoh.

Masih ada di bebera tim papan atas lain seperti Yamaha Putra Anugrah (BRT) dan Astra Honda Racing Team Jogja (aRacer).

Pada dasarnya, kedua produk itu memang menawarkan keunggulan dengan kemudahan setting. Ambil contoh, penyajian data yang mudah dipahami pada data logger. Pun begitu punya kareteristik fiturnya.

Di era 2015-2016 itu, kelebihan fitur dari ECU Racing makin-makin mengubah pandangan mekanik-mekanik balap tentang sistem Fuel Injection. Perlahan juga mulai mentransmisi era balap karbu.

Macam diceritakan Freddy A Gautama dari Ultra Speed yang punya aRacer. Sejak awal saja, ada 12 fitur tambahan pada ECU-nya untuk mesin satu silinder yang disebut RC1 Gold.

Antara lain, “Fuel base map,memungkinkan mengubah konsumsi bensin keseluruhan jadi basah atau kering. Bahkan nanti akan muncul penyetelan konsumsi bensin setiap gigi. Lalu fuel adj, mengatur bahan bakar per 400 rpm. Fuel Accelaration, bisa seting kebutuhan saat berakselarasi. Spark angle, seting maju-mundur pengapian. Rpm of Idle, seting idle di rpm langsam. RPM limiter yang bisa open limiter,” sebut Freddy.

Lalu bagaimana dengan Juken 3, “Injection mapping (koreksi mapping), ignition timing (kurva pengapian), revolution limiter (batasan putaran mesin), injection timing (waktu penyemprotan),kalibrasi TPS (Throttle Position Sensor). Tapi nanti aka nada Juken lanjutan misalnya Juken 4. Tentu saja teknologinya makin tinggi,” rinci Tommy Huang, bos BRT Juken. Begitu bro!

Pada prinsipnya kedua produk itu memang oke. Selain karakter membaca AFR yang beda, juga rentang mapping yang beda dan sebagainya yang berbeda. Tujuannya sama, menaikan performa mesin. Terpenting adalah bagaimana SDM (mekanik) memahami secara detail teknologi injeksi dan map.

Di tahun 2024 ini, ECU BRT, bakal jadi merek tunggal di kelas Rookie dan Beginner. Bakal kayak apa persaingannya? Mari kita tunggu.

MM