nhk

Pertamina Drag Bike Senayan 2013, Sejarah Catatan Indonesia, 6,776 Detik Oleh Chodox Di FFA

 

 

ManiakMotor – Eko Chodox saat bersumpah setia membela tim Abirawa GM, akan coba berlari di bawah 6.9 detik. Ia membuktikan sumpahnya, itu sekaligus dilewati 0,2 seper seribu detik di seri pertama Pertamina Enduro Drag Bike (PEDB) 2013, 24 Maret 2013. Ia  sekedip mata alias 6.776 detik melintas dalam 201 meter. Silakan bilang waw. Jangankan waktu segitu, 6.9 detik bersih belum pernah terjadi selama portal ini hidup. Ya, hidupnya portal ini baru setahun. Entalah yang terjadi sebelumnya, EGP alias emang gue pikirin.

Waw juga, catatan itu diperoleh dari KTM 250 SX 2-Tak milik Abirawa GM. Ini motor telah berulang-ulang dan berkali-kali diulas portal ini. Sejak dia patah sasis sampai setting sasis. Khususnya lagi sejak mencetak 6.940 detik di Sentul tahun lalu yang juga oleh Chodox. Pendeknya, catatan PEDB dikodok, kan diloncati jauh yang sebelumnya 6.971 detik atas nama Chodox juga dengan Kawak Ninja.

Sedang yang sebelumnya tercatat dan paling tercepat 6.940 detik di portal ini, tadi, juga sama, menunggang  KTM milik Abirawa GM atau motor dan joki yang sama mencetak 6.776 detik di Senayan ini. Catatan sebelumnya itu kini tinggal kenangan.  “Saya berjanji dalam hati, bahwa catatan bisa dipersingkat 0,3 sperseribu detik dari skill mengendara. Dan, saya bisa mencapainya dalam penyisihan ini,” jelas Chodox yang gara-gara pakai helm GM konsentrasinya jadi penuh. Kan nyaman helmnya, bro. Hehehe. Sponsor ni yeee…

Maksudnya, reaksi Chodox dengan lampu start (reaction time) sudah sangat tepat atau zero kesalahan. Keliru sikit, ya jump start, brosisit. Sebab untuk ukuran kinerja KTM250SX Abirawa terbukti mampu berlari di bawah 7 detik berulang-ulang. Kini tinggal joki yang dibenahi lewat  0,3 detik tadi. Reaksi itu bersamaan dengan keterampilan Chodox menjaga semua oragannya untuk feeling mengumpan tenaga motor terhadap traksi aspal Senayan. Mantap memang. Tanpa wheelie dan gejala spin sama sekali.

Bayangkan. Iya, ntar dibayangkan dulu soal kecepatan 6.776 detik tersebut. Itu hampir sama dengan sistem start dan sensor Tahailand yang menganut start ‘melayang’ alias melewati sensor dulu baru transponder aktif.  “Sejak keluar dari paddock saya sudah konsentrasi dan menghapal interval lampu. Karena startnya pas, motor malah kehilangan speed di ujungnya,” tambah Chodox yang artinya peluang memecahkan 6.776 detik ini masih terbuka dengan motor yang sama asal risset ulang reduksi top speed.

Menurut mekanik KTM250SX Abirawa yang bernama Widodo, sasis saat ini otomatis jadi rigid (kaku) akibat dua kali patah. Sasisnya sudah diperkuat di sana-sini, eh hasilnya malah lebih oke. Widodo tidak sadar, justru sasis yang kaku dibutuhkan di drag bike, brosist. “Ini dilawan dengan reboud sokbreker RPM pada sasis Ninja ini,” jelas  Widodo.    

Sekadar diketahui catatan ini didapat saat penyisihan FFA.  Saat berita ini diturunkan Senayan lagi hujan deras. Sudah bisa dipastikan inilah yang tercepat di event PEDB, karena tidak mungkin akan bisa mempertajam waktu dalam keadaan lintasan lembab. Kompon ban tidak akan mencapai suhu ideal untuk dapat grip. Adit

BERITA TERKAIT:

Hasil Drag Bike Senayan, 23 – 24 Maret 2013

Drag Bike Cikarang, Chodox Coba Di Bawah 6.9 Detik, Ckckck..!

Drag Bike Sentul, Chodox Berlari 6,940 Detik…!

Drag Bike; KTM250SX Pecetak 6.940 Detik, Sedang Setting Kaki-Kaki

KTM 250SX Drag Bike 3 Kali Di Bawah 7 Detik, Patah Sasis..!

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353