nhk

Pertamina Enduro Drag Bike 2013, Parameter Trek Lurus, Rekor Indonesia 6.776 Detik

 

ManiakMotor   Bila penataan event drag bike profesional, yakin selalu ditunggu. Saat eventnya terjadi pasti merah, acara event selesai akan dikenang, lantas ditunggu lagi. Begitu terus siklusnya.  Bukan hanya menunggu sekadar ikut doang, tetapi punya persiapan spesial macam marbatak, eh, martabak. Di sana teknologi korekan terbaik dan termahal buat tim akan diturunkan. Pembalap jauh-jauh asah mental, sehingga pas lomba konsentrasinya full,  fokus. 

Kira-kira seperti itu Trendypromo Mandira (TPM) mengemas Pertamina Enduro Drag Bike (PEDB) 2013 jadi parameter drag bike di Indonesia. Contoh di Sirkuit Parkir Timur Senyan, Jakarta pada 23-24 Maret 2013 baru lalu, tercatat 650 starter dari berbagai daerah. Kalau tidak hujan, mungkin semua kelas rekor pecah, karena pembalap unggulan belum pol-polan di penyisihan.

 “Saya rasa semua tim dan pembalap ada peningkatan di  PEDB. Karena jauh hari, PEDB sudah menjadi agenda, semua yang terbaik pasti diturunkan tim,” jelas Wawan Kristiarto, pemilik sekaligus kiliker dari tim Abakura Ditra Jaya yang datang dari Solo, Jawa Tengah.

TPM atau PEDB yang bukan berstatus kejurnas memang yang membuka selubung tiga tahun lalu saat trek lurus mati suri. TPM datang dengan kemasan gaya baru pada olahraga bermotor  yang tadinya punya konotasi ribut melulu masalah waktu tersebut.  Dikemaslah PEDB dengan image positif ala event TPM. Dia bangun kepercayaan peserta.  Kasarnya diracuni sehingga ketagihan. Buktinya pedrag papan atas sampai bawah, nagih melulu dengan event PEDB. Kalau tidak, sakaw bro.

Tomo dari TSS Adnoc punya historis soal PEDB. Katanya, jiwa kompetisi yang serius akan muncul sendiri bila menghadapi PEDB. Katanya, karena tim-tim yang dihadapi melakukan hal yang sama.  “Mereka akan habis-habisa yang dimiliki di event PEDB,” jelas yang punya nama Utomo itu. Ya mudah-mudahan dia meyisakan untuk portal ini ketimbang dia habiskan untuk PEDB. Kan habis-habisan.

Tetap 12 dan 13 alias beda tipislah dengan Randy Abirawa, pemilik tim PME Abirawa GM dan Rio Teguh (Anker Sport Hariot Keyspeed IRC Lupromax GM SSR) untuk membakar rupaih di event PEDB. “Bukan semata-mata hadiah yang besar tapi lebih kepada persaingan dan pengakuan,” kata Rio dan Randy seperti saling berebut kasih pendapat. Di belakang mereka masih banyak yang ingin komentar secara perorangan dan tim, tapi maaf udah capek ngetik, coy.

Janganlah heran – ah tetap heran – rekor PEDB di Senayan baru lalu pada rontok.  Tapi rontoknya nggak kayak rambut lu, bro. Karena itu tadi, teknologi tim masih segar. Dana sponsor lewat termin pertama sudah pada cair, hehehe. Pembalap juga baru terima uang kontrak. “Kira-kira begitulah. Semangat baru,” jelas Eko Chodox yang menciptakan rekor jadi 6.776 detik dari sebelumnya 6.940 detik dengan KTM250SX 2-Tak di FFA dan masih berambisi untuk memecahkannya tahun ini.

Helmy Sungkar, selaku pimpinan TPM penyelengara Event tersebut memang yakin hasil karya eventnya. “TPM selalu menjaga kepercayaan yang telah kami mulai. Dalam posisi seperti itu tuntutan dari peserta pasti akan makin tinggi. Ini barusaha dilayani atau minimum diperbaiki kinerja penyelenggaraan event. Sebentar lagi perbaikan dengan siaran langsung tv,” kata Helmy  sembari mengingatkan seri 2 PEDB berlangsung di Tasikmalaya, 6 April 2013 dan berarti bersamaan dengan GM Drag Bike di BSD.

Saat ini baru maniakmotor.com yang menyiarkannya secara langsung. Adit

BERITA TERKAIT

Hasil Drag Bike Senayan, 23 – 24 Maret 2013

Pertamina Drag Bike Senayan 2013, Sejarah Catatan Indonesia, 6,776 Detik Oleh Chodox Di FFA

Pertamina Drag Bike Senayan 2013, Kejutan Yamaha 125Z, Penyisihan 7,270 Detik

Pertamina Drag Bike Senayan 2013, Honda LS Tercepat Hari Pertama, 7.365 Detik..!

Pertamina Drag Bike Senayan 2013, Oper Gigi Lewat Tombol, Mekanis Quick Shifter Di KTM 250SX

 


BAGIKAN