nhk

Pirelli MotoPrix Sentul Kecil 2019: Bebek 150 4T TU Kete Juaranya, Taroreh Nyeting Sendiri

Maniakmotor – Race 2  Bebek 4T 150 TU Seeded atau Expert di Sentul International Karting Circuit pada 24-25 Agustus 2019 tiga di depan Honda. Terutama pasukan Astra Motor Racing Team Yogyakarta  (AMRTY) yang mempu mengatur strategi teknis bersama pembalapnya.

Fitriansyah Kete unjung tombak AMRTY menjadi juaranya yang disusul teman setimnya Afridzasyach Munandar. Di belakang keduanya add Boy Arby Febri (Kawahara Racing). Sebenarnya si Kete sudah tersalip Afridzasyah, tapi berhasil lagi diatasi Kete di last lap “Karena satu tim, kekompakan adalah hal nomor satu, supaya aman sampai finish,” senyum Kete yang di race 1 diadakan Sabtu podium kedua.

Tiga Honda di depan

Mekanik AMRTY  yang bukan lain adalah Mlethiz punya jurus sendiri untuk membuat Honda GTR Kete konstan melahap 20 lap race-2. Dia menyetel ulang waktu pengapian dan menaikan AFR 0.2 yang tadinya 11,8. “Soalnya Kete harus start dari grid 9 sesuai hasil race-1. Motor harus cepat ke depan,” papar Mlethiz yang juga bicara pembandingan kompresi.

Mletiz bilang, sejak awal dia sudah menyetel presisi pemampatan ruang bakar alias kompresi Honda GTR. Sebab, perbandingannya berbeda dengan sirkuit Bukit Peusar yang terakhir mereka ikut di event One Prix. Di Sentul Kecil ini justru perbandingingan kompresinya turun. Selain, Sentul Kecil ini bermain di lebih di atas, kata suhu juga lebih panas.

Di posisi ketiga ada si Boy yang mengaku sangat bersyukur di Sentul Kecil. katanya dia sudah cukup lama nggak manjat tangga podium, “Apalagi motor sempat masalah. Motor kurang tenaga dan sebagainya. Hari ini saat warm up saya setel ulang waktu pengapian dan mapping. Hasil lumayan,” kata Yusuf, mekanik Kawahara yang diiyakan si Boy.

 “Sebenarnya kalau untuk settingan motor sudah lumayan. Tapi di event ini saya menjadi pembalap dan mekaniknya penyetelnya. Soalnya Mas Achos ada halangan,” timpal Richard Taroreh, pembalap Proliner 549 Kaboci Racing Team yang keempat atau terbaik dari para pelaga MX-King.

Beda lagi dengan Anton GDT dari Yamaha Bahtera NHK SSS. Pembalapnya Wilman Hammer melorot jadi keenam. Padahal Hammer adalah perebut pole position dan race-1 kedua, “Mungkin saya paling kesulitan dengan bobot Hammer yang sekarang 67 kg. Makanya harus hati-hati. Padahal hari ini cuaca lebih panas. Ya sudah, daya tahan mesin nggak sebgaus race-1,” kata Anton sembari mentup pembicaraan. Raider

BACA JUGA

Hasil Seri 2 MotoPrix Jawa, Sentul Kecil, Bogor, Jabar 24 – 25 Agustus 2019

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353