nhk

Pirelli MotoPrix Sentul Kecil 2019: Race 1 Bebek 150 4T TU Expert Milik GTR Fitriansyah Kete, Kedua MX-King Bahtera

ManiakMotor- Race 1 Bebek 4T TU Seeded atau Expert di Sentul International Karting Circuit pada 24-25Agustus 2019 dimenangangi Fitriansyah Kete. Pembalap Astra Motor Racing Yogyakarta ini unggul 3 detik dari Willman Hammer (Yamaha Bahtera) saat menyelesaikan 20 lap lomba di sirkuit sepanjang 1.2 km tersebut.

Kete (93)

“Di Sentul Kecil ini sebenarnya sudah cukup lama tidak tampil di sini. Di aspal baru sirkuit,  memang roda lebih nge-grip. Tapi kalau lepas dari racing line, masih licin karena masih berminyak. Untung ada ban Pirelli Diablo COrsa II ukuran 100/80. Ini tipe baru, kan sebelumnya 90/80. Saya sendiri sudah pakai Pirelli sejak tahun lalu,” papar Kete yang di era IndoPrix sudah sangat familiar dengan Sentul Kecil.

Tunggangan Kete saat ini adalah Honda GTR150. Dulu dia senang dengan Honda Sonic. Katanya, keduanya punya spesifikasi mesin yang sama, cuma beda penampilan bodi dan suspensi. GTR pakai suspensi yang teleskopik pendek. Jadi lebih enak digunakan seperti Sentul Kecil yang menurutnya adalah sirkuit rolling speed untuk ukuran bebek seperti kelas Expert.

“Mapping mesin sendiri tetap dengan target AFR yang homogen. Maksudnya, bahan bakar dan udara dibikin sangat pas untuk daya tahan bermain 20 lap. Menyetingnya juga agak mudah, karena aspal Sentul Kecil lebih mulus. Sehingga putaran mesin dari gigi ke gigi jadi konstan. Tapi sebelum ke Sentul ini, hitungan rasio juga diperbaiki,” timpal Mlethiz, mekanik Astra Motor Racing yang dibela Kete.

Mletiz dan Kete

Wilman Hammer dari Yamaha Bahtera NHK SSS Racing Team yang QTT tercepat alias pole position saat race jadi kedua. “Saya sendiri sebenarnya agak kesulitan dengan penyesuaian body MX-King. Masalah ini sudah muncul sejak di One Prix. Sulit menentukan bagian mana yang kurang enak. Sangat menganggu untuk lomba 20 lap,” alasan Hammer yang di QTT membuat rekor catatan waktu 54.449 detik.

MX-King Hammer saat balapan ini diturunin ketegangannya. Maksudnya agak dibikin basah dibanding kualifikasi, “Kan balau balapan mencari konstannya. Makanya waktu pengapian dan  AFR diturunkan,” kata mekaniknya Anton GDT sembari bilang kualitas aspal dan ban sangat menaikan performa mesin korekannya. Raider

BACA JUGA

Hasil Seri 2 MotoPrix Jawa, Sentul Kecil, Bogor, Jabar 24 – 25 Agustus 2019

BAGIKAN