nhk

PON XIX 2016 Jabar Balap Motor: Spek Standart, Adu Cerdas Strategi dan Atur RPM Mutlak!

Tak cuma berani, juga dituntut cerdas

ManiakMotor – Sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jabar yang memiliki panjang 1,266 km jadi tantangan bagi 31 tim yang berlaga di cabang balap motor PON XIX Jabar (23-25/9). Tantangan yang dimaksud adalah kecerdasan menaklukkan 12 tikungan yang punya tipikal turun-naik.

Jelas, para pebalap, baik perorangan maupun beregu yang berlaga di kelas 125 cc dan 150 cc dituntut beberapa hal. Pertama, mereka harus cepat beradaptasi dengan karakter lintasan. Kedua, cepat memahami tenaga mesin yang standar. Karena, motor yang akan dipakai setiap sesi didapat berdasarkan undian. Ketiga, bagian mana dari trek yang memberi keuntungan dan kerugian dengan gaya balap mereka. Terakhir, memberi masukan yang pas kepada mekanik.

Pasalnya, mesin motor tidak boleh dibongkar. “Hanya boleh mengubah posisi footstep, final gir pun standart. Silahkan atur strategi dengan regulasi standart ini,”pesan Eddy Horisdon, selaku Race Director alias pimpinan perlombaan .

Gerry Salim dan Ferorozi (kaos gambar bintag) dan dua pebalap utusan Papua
Gerry Salim dan Ferorozi (kaos gambar bintag) dan dua pebalap utusan Papua

Menarik dicermati apa strategi rider andalan seperti duet Papua Barat, Syahrul Amin dan Ahwin Sanjaya. Hasil free practice di kategori 125 cc beregu menunjukan kans keduanya. “Untuk titik kuncian dibeberapa titik hampir sama. Tapi yang paling penting adalah jaga ritme rpm. Ini kan motor standart, jadi harus jaga rpm biar ke luarnya cepat,”kompak keduanya.

Hal serupa juga diungkapkan pasangan Jatim, Gerry Salim dan M.Faerorozi. “Tak ada pilihan, harus bisa tahan rpm. Bakal seru, terlebih bagi ku yang harus adaptasi lagi dengan motor bebek”bilang Gerry Salim yang belakangan identik dengan sport moge menengah. Yuk, mari! Ardel

BACA JUGA

Hasil Balap Motor PON XIX Jabar, Bukit Peusar, Tasik, Jabar 24 – 25 September 2016

BAGIKAN