nhk

PON XIX JABAR 2016: 125 cc Perorangan, Andi Gilang Penyelamat Jabar, Ilmu Racing Line!

PON XIX, ROAD RACE, JABAR, TASIKMALAY, JOGYA,

ManiakMotor – Jerih payah Jabar sebagai penyelenggaran PON XIX 2016 terbayar tunai dari cabang balap motor. Gagal di nomor beregu dan perseorangan 150 cc, daerah Pasundan itu mendapatkan emas dari kelas 125 ccc perseorangan yang dipersembahkan oleh  Andi  Farid Azdihar yang akrab disapa Andi Gilang.

Pebalap masa depan Indonesia itu  punya jam terbang di FIM CEV Moto2 dan Asia Talent Cup (ATC). Ia mengaku tak mudah mendapatkan hasil ini. “Pressure lebih tinggi lantaran menyangkut gengsi masing-masing daerah. Terlebih tekanan publik tuan rumah,”komentar pebalap kelahiran Makassar, 14 Agustus 1997.

Road Race, PON, Jabar, Andi Salim
Andi Gilang (tengah) emas Bukit Peusar

Start dari posisi ketiga, Andi konsisten di barisan terdepan. “Pertarungan 20 lap dengan spek standar perlu startegi yang jitu. Ada kalanya memimpin, tapi juga saat harus mundur. Terpenting konsisten jaga racing line yang beda sekali dengan main sport,”komentar Andi Gilang yang gagal mempersembahkan medali di kategori 125 cc beregu.

Menariknya, di kelas ini, ada beberapa pembalap yang  sudah tinggalkan balap bebek. Selain Andi Gilang, ada Gerry Salim (Jatim) dan AM. Fadly (DKI Jakarta). Ketiganya, fokus main di sport, bahkan Gerry Salim dan Fadly main reguler di supersport 600 cc ARRC.  Bertarung di bebek 125 cc perorangan, tidak serta membuat perjuangannya mudah.

Rpad race, PON, Jabar, Andi gilang
Ketat dan harus pandai jaga rpm

“Selain harus atur rpm, racing line bebek standar juga kudu sempurna. Kalo tidak, cenderung bahaya dicolong pembalap lain. Idealnya, kalo bebek standar racing line-nya bukan in out in tapi in-in-in. Memang tidak bagus untuk time, tapi posisi jauh lebih aman,”analisa Ahmad Jayadi, pembalap senior soal permainan Andi Gilang.

Memang, racing line jadi salah satu penentu mengingat spek motor yang sama. Juga soal kemampuan late braking. Sering banget dipaksa late braking sampai out. Tapi kalo nggak ada celah untuk dimasukkin percuma juga late braking,”timpal Rober Conk dari SYS yang hadir sebagai pengamat. Jadi, intinya yang bisa masuk tikungan duluan itulah yang menang.

Overall, pertarungan kelas ini memang tak kalah menegangkan. Rio Teguh Pribadi selaku komandan tim Jabar dibikin deg-deg ser. “Ya euy, tak bisa ketegangan ini. Bersyukur, tradisi emas masih bisa dipertahankan,”senang Rio yang pembalap sprint rally itu. Ardel

BAGIKAN