nhk

PON  XIX JABAR 2016 Cabang Bermotor: 150 CC Perorangan, Modal Es Batu Topan Sikat  1,3 M!

ponxix-jabar-150perorangan

ManiakMotor-Terapi es ala Rafid Topan Sucipto terbukti manjur. Sebagai pebalap yang punya pengalaman  main di moto 2, Topan yang membela ‘The Dream Team’ DKI berhasil menyabet medali emas dari kelas 150cc perorangan PON XIX, Jabar.

“Seperti saya bilang kemarin, terapi es butuh untuk recovery. 20 lap dalam permainan ketat dengan pressure tinggi, perlu mental kuat dengan kondisi fisik yang lebih siap. Alhamdulilah, meski sempat melakukan kesalahan saat start, semua tekanan bisa diatasi. Medali emas yang penuh drama,”bilang Topan yang sumringah lantaran bonus 1,3 M sudah di depan mata. Mantap!

Roadrace, PON XIX, Jabar, Rafid Topan, Jogya
Podium 150 cc perorangan. Topan (tengah) dapat emas 1,5M

Sebagai race pamungkas, kelas ini memang suguhkan pertarungan yang menarik di sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jabar (25/9). Dibanding 125 cc, kelas 150 cc secara power  lebih memacu adrenalin. Terlebih, ada beberapa pembalap punya karakter petarung, selain Topan, ada Ardi Satya Sadarma, Fitriansyah Kete (Kaltim), H.A Yudhistira (DKI), Anggi Permana (Jabar), I Gede Arya Kurniawan (Bali) juga Sigit PD (Jogja).

“Pilihan Ardi Satya Sadarma di 150 cc perorangan karena selama ini terbukti petarung sejati. Kami optimis meski start dari posisi 13 bisa masuk di barisan depan, gaya melibas di R1 jadi senjata andalan,”ujar Agus ‘Bledug’ Setyawan, pelatih tim Jateng. Benar saja, tercatat ada 9 pembalap beratrung ketat, sampai tersisa 5 pembalap.

Lalu, ada insiden di R1  tiga lap terakhir,  di mana Ardi Satya, Anggi Permana dan Sigit PD terjatuh yang akhirnya menyisakan Rafid Topan dan Fitriansyah Kete di depan. Kete yang sempat mengambil alih posisi terdepan dari Topan di dua lap terakhir, justru melakukan kesalahan di lap terakhir. “Awal start melakukan kesalahan, susah pindah gigi 1 ke 2. Awal lap tercecer di posisi ke-7. Pelan tapi pasti berhasil merengsek kedepan lagi. Full senam jantung balap 150 perorangan,”komentar Gandung Darmoko, pelatih fisik tim DKI yang di back up oleh pembalap senior seperti M. Fadli Imanudin, M. Nurgianto dan Ahmad Jayadi. “Topan memang pembalap yang bagus skill, fisik sangat prima dan mental jawara,”komentar M. Fadli.

Road race, PON XIX, Jabar, Tasik, Jogya
Tim kontingen DKI

Tak kalah heboh dari pertarungan ini adalah bonus yang diberikan yakni 1,3 M,”Ya, dari Gubernur 1 M, tambahan dari KONI 300 juta. 1 emas dari Topan dan 1 perak dari beregu, tradisi medali sukses kami pertahankan. Hitungan itu kami juga berhasil sebagai juara umum,”bilang A. Judiarto, Ketua Umum Pengrov IMI DKI. Mantap! Ardel

BAGIKAN