nhk

PON XIX Jabar 2016: Sportivitas Mutlak, Meski Ada Main Sikut. Akte Kelahiran Solusinya!

Road Race, PONXIX,Jabar, Tasik

ManiakMotor – Cabang balap motor di PON XIX yang digelar di sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jabar (23-25/9) usai sudah. Sportivitas di dalam arena telah dijunjung tinggi para kontingen dan terbukti tidak ada adu pisik seperti di cabang lain. Kendati ada tertangkap kamera pembalap coba main sikut,  namun tidak berlanjut di luar arena.

Roadrace,PONXIX,Tasik,Jabar
Helmy Sungkar, bajak pebalap sangat unfair

Tapi, di sisi lain, unsur unfair masih ada di ajang balap roda dua seperti disampaikan tokoh senior otomotif Heelmy Sungkar kepada portal ini. Katanya, saling main ‘bajak’ pebalap dengan janji bayaran dan bonus tinggi sangat unfair.

“Fenomena itu jelas ada di PON balap motor. Kalo sudah didominasi faktor uang, maka sportivitas kerap diabaikan,” papar Helsung – sapaan akrab Helmy Sungkar. Mestinya, lanjut Helmy, atletnya dimainkan asli putra daerah dengan pola pembinaan yang dilakukan daerah masing-masing. Waktu 4 tahun cukup untuk mendapat dan membina pebalap potensial. Akte kelahiran, syarat mutlak. “Ya, kalo pun menang akan lebih bangga. Jogyakarta bisa jadi contoh. Mulai dari pebalap, pelatih, sampai manajer asli produk Jogya,” tegas Helmy.

Jika  misi PON sebagai ajang pembinaan bisa jadi saran yang dipertimbangkan. Tapi, bila PON (baca : balap motor) semata sebagai gengsi daerah dibalut profesionalisme, sah-sah saja. Terpenting bagaimana mengoptimalkan sumber keuangan yang ada.

“Tak bisa dipungkiri, mulai dari pembalap, mekanik, pelatih kami kolaborasi beberapa

Roadrace,PONXIX, Tasik, unfair
Pebalap ketangkap kamera hendak menyikut lawan

daerah. Ahwin Sanjaya dan Florinus Roy (pembalap) memang bukan asli Papua Barat,”bilang Jerry Sulia, manager tim Papua Barat. Meski keduanya bukan kelahiran Papua Barat, tapi mereka ada ikatan emosinal dengan Papua lantaran dibesarkan di provinsi tersebut.

”Bonus bombastis bisa juga jadi penyulut tindakan tidak sportif. Terlebih, tensi perlombaan di PON juga tinggi. Regulasi soal akte kelahiran bisa jadi solusi,”tegas Helsung. Ada komentar? Ardel

 

BAGIKAN