nhk

Powetrack 2017 Temanggung (Final): Dheyo Wahyu Double Winner (85 cc)

MX SE85 2017 Dheyo

ManiakMotor – Adaptasi pada sepecial engine 85 cc cepat sekali. Malah langsung merasakan kenyamanan 85 cc. Kan semakin besar motor, suspensinya juga kian besar yang artinya lebih nyaman redamannya. Yang nggak nyaman adalah mesinnya yang lebih bertenaga ketimbang dari SE 65.

Dheyo

Itu yang dikatakan Irwan Ardiansyah pada Dheyo Wahyu. Di Grand Final Kejurnas Powertrack Indonesia Dirt Bike Championship 2017 di Sirkuit Bengkal Temanggung, Jawa Tengah (26/11), dia tampil dengan status ‘wild card’, tapi malah acak-acak seniornya. Crosser kelahiran 1 Juni 2005 itu meraih point sempurna di moto 1 dan moto 2. “Tekniknya juga dijalankan dengan baik,” sebut Irwan di event garapan Lightning Production (LP) yang  diikuti semua crosser terbaik SE 85.

Dheyo juara nasional 65 cc tahun ini dan siap menghadapi musim kompetisi tahun depan. Di SE 85. Yup, meski telah menyandang gelar jawara, tetap berlatih. “Januari nanti diagendakan latihan di luar negeri. Menambah jam terbang dan persiapan kelas 85 cc untuk tahun depan,” bilang orang tuanya Dheyo.

Dheyo bernaung  di Irwan Adriansyah Motocross Academy (IAMA). Itu sekolah milik Irwan sang  maestro motocross dengan predikat juara nasional tujuh kali berturut-turut. “Kemampuan adapatasi salah satu kecakapan harus dimiliki crosser. Adaptasi itu dari anaknya sendiri, juga didukung dengan stamina yang bagus. Musim depan, Dheyo naikkan porsi latihan fisik seperti lari yang tadinya 15-20 menit jadi 20-25 menit, begitu pula di fitness. Terpenting adalah disiplin menjalani program,” tegas Irwan yang memastikan pensiun dari balap professional tahun depan. Ardel

BAGIKAN