nhk

PRJ Pesta Teknologi Injeksi Kuda Besi

 

 


ManiakMotor – Injeksi menghipnotis Pekan Raya Jakarta 2012 (PRJ). Di sana bukan pameran motor, tetapi pameran injeksi. Untung saja, injeksinya untuk bahan bakar motor, jadilah pemeran motor menjual injeksi. Di balik juga bisa, pamer teknologi injeksi sembari menjual motor.

Begitulah PRJ. Setiap stand merek Jepang, India dan Cina, penjaganya berbusa-busa menjelaskan injeksi. Sampai salah satu pabrikan besar membawa semua alat simulator pengabut bahan bakar tersebut. Beberapa hari kemudian, diikuti pabrikan yang tidak kalah raksasa, “Kami juga punya alat yang sama,” kata si penjaga sembari malu-malu karena kalah langkah soal simulator.

Sama dengan Mr. Bean, tidak mau kalah dengan mainan. Belum puas berpromo habis-habisan soal injeksi di tv, koran sampai on-line, masih terus suntik-suntikan soal injeksi sampai PRJ. Kecuali on-line maniakmotor.com yang belum disuntik, karena mereka belum baca baik-baik. Sekali baca, pasti para petinggi pabrikan itu berpikir 10 kali pasang iklan, kan web baru. Nggak ngerti aja

Yamaha kupas habis teknologi injeksi Mio Soul GT dengan YMJET-FI (Yamaha Mixture Jet Fuel Injection). “Sejak Mio J dluncurkan, Yamaha tahu bahwa injeksi efisien dalam energi dan perawatan. Tidak ada salahnya dipromosikan di PRJ sebagai pesta pameran roda dua, terutama pada matik,” sebut Eko Prabowo, GM Promosi Yamaha  Motor Indonesia.

Honda selangkah di depan. Beda ya, ‘semakin di depan’. Injeksi mereka justru telah ada sejak 5 tahun lalu lewat Supra 125 cc. Mereka sebut Programmed Fuel Injection atau PGM-FI.

“Fokus Honda sekarang, perluas jaringan servis injeksi dan menginjeksikan produk secara bertahap. Buktinya, di PRJ ini kami lucurkan Honda PCX 150 yang injeksinya standar emisi Euro 3,” tukas Margono Tanuwijaya, Direktur Pemasaran Astra Honda Motor (AHM) pada peluncuran PCX150, minggu lalu.

Eforia injeksi di PRJ,  karena dianggap lompatan teknologi. Pabrikan tidak sangka, injeksi justru lebih sederhana dibanding karburator. Seperti Honda yang lima tahun lalu, sebenarnya ragu memborbadir pasar dengan injeksi, lantaran kurang percaya diri.

Logika sederhana, lihat mobil. Perawatan berkala injeksi jauh lebih lama ketimbang karbu. Dengan semprotan pembersih, injeksi yang bekerja dari sensor-sensor lewat ECU (electronic control unit) akan sehat kembali. Itu dibandng karbu yang bekerja mekanikal yang pada jangka tertentu mengalami kehausan, sehingga butuh penyetelan ulang. Pengetahuan soal itu yang baru diketahui pabrik roda dua sekarang. Bila orang bule lihat, mungkin mereka tertawa, wkwkwkwk, dikira Mr Bean.

 Sssst… jangan tertawa, itu para petinggi pabrikan yang bicara, loh. Makin gak dlirik, kmau. Tapi mungkin tidak, dengan pendekar dari Suzuki yang satu ini. “Bukan alat simulator saja yang menentukan irit. Hasil tes berapa kali dari Suzuki Nex Super FI terbukti memiliki rekor 80,99 km dengan satu liter bensin,” promosi Paulus Sugih Firmanto. Direktur Sales dan Marketing 2 Wheels Suzuki Indomobil Sales (SIS) itu, sembari sebut, sebelumnya SIS telah memproduksi roda dua injeksi.

Suntik terus pak. Adit, Adib

BERITA TERKAIT:
Injeksi Mio J Sederhana
Pesta Otomotif Di PRJ, Sudah Dimulai (Foto)
Zeneos, Ban Keren Performa Ajaib
Persiapan Pabrikan Di PRJ Dalam Gambar
AHM Luncurkan Honda PCX150 Di PRJ
PRJ, Benelli Cafe Racer 1130 cc Yang Otot Kawat


BAGIKAN