nhk

Program AHM Paling Siap Di Balap Motor, Karenanya Yudhistira Mementalkan Diri Dari Honda

 

ManiakMotor – Kasat matanya saat ini program penjenjangan balap motor dari produsen yang jalan adalah AHM alias Astra Honda Motor. Mereka paling siap untuk internasional walau kondisi ekonomi lagi kacau. Tiga tahun lalu mereka menggunakan Gerry Salim bermain full series di All Japan Championship (AJC). Salim sendiri terjaring dari one make race (OMR) Honda atau Honda Racing Championship.

Belakang program AHM tertunjang dan memanfaatkan Asia Talent Cup (ATC), event buatan Dorna Sport untuk Asia. AHM tahun lalu menerjungkan Gerry dan Andi Farid Izdihar. Di luar itu, program senior lewat Dimas Ekky Pratama terus digenjot. Tahun lalu, Dimas  ikut FIM CEV Repsol Moto2 di Spanyol selain aktif di ARRC SS 600.

Tahun ini atau 2016 Dimas akan didampingi Andi, ikut lagi Moto2 Eropa tersebut. “Target Gerry meleset ada pengganti lainya. Tentu bersambung  dari program nasional dan OMR (one make race) Honda. Juga ADC di ARRC dan ARRC itu sendiri,” jelas Anggono Iriawan, Manajer Safety Riding & Motosport PT Astra Honda Motor (AHM).  

Salah satu yang akhirnya Yudhistira tidak  jadi ke Honda lantaran program tersebut telah tersusun rapi. Kan Yudhis – begitu Yudhistira dipanggil – memang betul ke Honda, namun gagal teken kontrak. Yudhis yang pamit duluan dari Honda dan mengaku akan membayar budinya ke Kawasaki. 

Tapi terdengar sayup-syaup sih, ajuan Yudhis sebagai pembalap utama di supersport 600 untuk nasional dan ARRC tidak menemukan kata sepakat. AHM tetap berpatokan pembalap utama adalah yang sudah ada sebelumnya. Mereka sudah dipersiapkan bukan dengan asal-asalan.

Begitu juga keinginan Yudhis langsung dimasukan pada program AHM ke Moto2 Eropa. Ya itu tadi, hal itu sudah diisi Dimas dan Andi yang programnya sudah melewati kajian alias harga mati ndak bisa diubah. AHM telah punya bentuk program berjenjang di tubuh racing team AHM. Termasuk di dalamnya Yudhis membawa chief mekanik dari luar, juga di sana sudah ada strukturnya.

Artinya, program itu paten ndak bisa diutak-atik oleh orang luar, termasuk maniakmotor.com, hehe. Huss… termasuk di dalamnya kontrak Benny Djati Utomo berakhir di Honda, karena profesional isi kontraknya prestasi. Demikian dulu. MM

BACA JUGA

Road Race 2016: Tim Besar Yamaha, Jadi Honda Trijaya, Mlethiz Gantikan Posisi Benny Djati???

Baca Ini Kalau Road Race Indonesia Mau Ramai Lagi (1), Regulasi Tak Tahu Diri..!

Yudhistira Nggak Jadi Ke Honda, Tetap Disambut Hangat Di Kawak

ARRC 2015 Thailand (Seri6); Yudhistira Sudah Berseragam Astra Honda Motor

BAGIKAN