R25nya Juara di Race 2 Final YSR 2023, Leon Chandra Curhat Masih Pelan! akan Ubah Noken As Lagi?

Maniakmotor –  Yamaha YZF R25 yang dikendarai oleh M. Faerozi dari tim ASR VMK juara 1 di race ke-2 dan ambil  posisi runner up pada klasemen total, selisih 1 poin dari Galang Hendra bro. Tapi siapa sangka, korekan R25 Faeroz yang digarap Ko Leon ini masih belum maksimal.

Itu curhatan dari Leon Chandra sendiri mekanik Racetech Performance, yang ditemui mimin usai scrut mesin. Ko Leon mengakui bahwa doi masih kurang riset di Mandalika.

“Dibilang kencang mah jangan, kita masih jauh kok dari kata kencang. Tadi juara karena dapat berkat dari Tuhan YME, dan syukur masih bisa bersaing,” ujar Leon.

Leon yang terkenal piawai setting mesin R25 sejak jaman Kejurnas Sport Indonesia Racing Speed Series (IRS) itu terus berendah hati. Ia berharap agar di musim mendatang bisa mengulik lebih dalam lagi ke motor Sport 250CC dari Yamaha ini.

”Sekarang jarang pegang sport, dan sekalipun riset paling di Sentul yang enggak bisa dijadikan acuan. Kalau mau mengacu pada sirkuit ARRC lain, emang bisa? Enggak dong, karakter Mandalika ini unik dan hampir ga ada yang sama,” ungkapnya.

Karena itu, doi masih fokus pada riset racikan noken as yang membawa R25nya. Part kunci untuk bisa ngacir di kelas itu, yang sudah lama doi tekuni dari zaman berpasangan dengan Rey Ratukore di IRS.

Akhirnya, doi juga membagikan rahasia settingan noken as yang digunakan pada R25 yang sukses membawa pulang kemenangan di Final Yamaha Sunday Race 2023.

Noken as R25 by Ko Leon

“Ketika meracik noken as untuk R25 ini, saya mempertimbangkan setiap sudut dan derajat karena mencari karakter yang pas. Durasi noken in dan ex masing-masing adalah 5-47, sehingga total durasi noken mencapai 230 derajat. Lalu, LSA noken diatur pada 108 derajat untuk mencapai performa optimal,” ujar Ko Leon dengan penuh antusiasme.

Nah angka lift klep diambil dengan persentase 82-85 persen dari ukuran klep, dengan ukuran klep in sebesar 23mm dan ex 19mm. Jadinya, ya lift klep ada di angka 8,5mm.

Tapi yang menarik adalah racikan profil kem, dengan open flank baru yang bisa membuka kem lebih cepat 1mm. Otomatis, bensin dan udara yang bergerak ke ruang bakar tersalur lebih cepat dan tenaga bawah juga lebih ngejambak.

Apalagi dipadu dengan LSA noken pada 108, putaran atasnya juga tetap enggak habis-habis di Sirkuit berkarakter panjang seperti di Mandalika.

“Hasil dari racikan noken as ini kita lihat data, mencapai top speed 200km/h, di sektor terakhir Faeroz juga saya lihat punya catatan waktu yang unggul. Padahal kan itu banyak tikungan berhentinya,” pungkas Ko Leon.

Tentunya menurut Leon, racikan ini belum final dan sewaktu-waktu akan berubah lagi kalau tiba di Mandalika.

Ah, tetep paling ngacir tuh ko!