nhk

Race 2 AP250 ARRC Sentul 2018: CBR250RR Dominan, Motor Apa Pembalapnya?

Dua CBR enteng sekali finish yang di belakangnya masih timpa-timpaan

ManiakMotor – Perhatikan M Fadly dan Rafid Topan ketika bertarung dengan tiga Honda CBR 250RR. Fadly menggunakan Ninja 250 New dan Topan YZF R25 lama, disebut lama karena sudah muncul New R25. Fadly dan Topan kudu menggunakan racing line yang paling benar. Salah sikit akan nangis oli mengejar dua CBR250RR dari Honda Indonesia yang awal pengerjaannya dilakukan di HRC Jepang.

Sebenarnya sudah terjadi di race 1 AP250. Kembali terulang di race-2 ARRC Sentul pada Minggu 14 Oktober 2018. Betapa bedanya  performa CBR250RR lantaran menang spesifikasi dasar. Ini motor diameter klepnya lebih besar pada masuk dan buang dibanding lawan. Otomatis energi di ruang bakar lebih besar dari pada R25 dan Ninja. Belum lagi suspensi CBR 250RR yang upside down, besaran tenaganya setelah dikorek aturan ARRC mampu diredamnya.

Fadly dan Topan di awal-awal lap agar tetap berombongan dengan CBR250RR nggak bisa menusuk lebih dalam pada tikungan. Mereka harus melakukan out-in-out yang efisien. “Supaya saat keluar tikungan, rpm lebih tinggi dan bisa mengejar ketertinggalan. Tanpa itu, atau masuk sama dengan jalur dipakai CBR, di ujungnya jauh, om. Tenaga Honda lebih besar. Kalau ARRC itu mengizinkan memperbesar diameter klep sama dengan CBR25RR, R25 saya ini nggak akan kalah,” papar Topan saat ditemui usai Race-2.

“Mirip-miriplah dengan saya. Power saya tidak cukup untuk terus bergabung dengan Honda,” timpal Fadly sebelum naik podium ketiga yang disiarkan langsung tersebut. Yaaahhh…. kalau dijabarkan, bila dia memaksa, ban dia akan cepat habis dan rawan jatuh.

Ukuran keterampilan pembalap, siapa yang meragukan Topan, main di Sentul pula. Dia pemain senior Indonesia pernah di Moto2. Juga pemain awal supersport Indonesia di Yamaha. Juga mantan juara ARRC di underbone 125. Ukuran itu makin jelas main di Sentul, kandang yang dijuarai CBR250RR lewat Reza Danica dan Ahwin Sanjaya. Dua pembalap muda di Honda Indonesia. Fadly dan Topan juga mahir di Sentul. Belum lagi Topan yang rumahnya cuma selemparan baru dari sirkuit tersebut.

Kalau mau adil harus ada penyegaran aturan agar balapan lebih enak dilihat. Seperti WSSP300 di dunia awal tahun ini, beberapa kali direvisi agar balapan rata dan hasilnya memang seimbang pada akhirnya. Caranya, Ninja 400 dan KTM390 ada dua kali limiter putaran mesin dibatasi agar imbang dengan merek lain. Balapan pun menarik ditonton. Juga pembalap juara yang dilahirkan dari kelas ini, benar-benar teruji. Motor yang imbang aturannya, niscaya akan melahirkan pembalap teruji.

Macam mana nih panitia ARRC? Miolo

BACA JUGA

Hasil ARRC Sentul, Indonesia 12 – 13 Oktober 2018

BAGIKAN