nhk

Race MotoGP Aragon 2017: Marquez Juara, Pedrosa Kedua, Rossi Hidupkan Suasana

93 Marquez Aragon 2017

 

ManiakMotor – Mantap memang Valentino Rossi. Dia yang menghidupkan balapan MotoGP ronde 14 di Aragon, Spanyol pada Minggu 24 September 2017. Diisukan baru bisa balap di Motegi, namun muncul satu seri sebelumnya, setelah kontroversi patah kaki saat main enduro. Datang ke Aragon pun dengan kaki masih dibalut dan jalan dibantu tongkat.

Namun sejak kualifikasi, Rossi sudah lupa akan sakit kakinya. Buktinya saat turun dari motor tidak dibantu tongkat dan dipapah bantuan orang. Ya main motor itu sendiri obatnya. You yang bukan pendukung lagi, terimalah The Docto masih bagian yang menghidupkan skenario MotoGP itu sendiri.

Saat lomba dengan kaki yang disuntik pain killer yang banyak dia masih mampu melayani di depan. Balapan pun jadi hidup. Kamu yang jadi penggemar Rossi, pasti nggak ketiduran di depan televisi. Pasti itu. Begitu kan bro. Tos dulu bro.

Rossi memang untuk menjadi juara dunia sudah sangat berat akibat bolong main di home race Misano. Tetapi fungsinya untuk meramaikan suasana masih sangat besar. Bisa jadi Dorna sebagai penyelanggara MotoGP terlibat memanggil Rossi yang memang menghidupkan lomba seperti Aragon ini. Dampaknya ya, rating TV naik lagi, seri berikutnya permintaan tiket tetap tinggi. Parameternya dari Aragon ini, ternyata cideranya Rossi diajak bertarung.

Yang ikut menghdupkan lagi laga Jorge Lorenzo yang sejak start bisa di depan. Ingat Lorenzo semasa di Yamaha piawai juga di Aragon. Dia mampu melayani Marquez yang sudah sangat satu dengan RC213V. Padahal Lorenzo ini masih mengaku memahami perlilaku Ducati. Namun kalau dilihat permainannya di Aragon, itu motor sudah terpegang sekitar 90 persen. Belum 100 persen.

Pokoknya mantaplah balapan di Aragon ini dengan dag-dig-dug si Marquez sodok-sodok Lorenzo, belum lagi aksi Dani Pedrosa yang tak kalah paham akan Aragon karena banyak membelok kiri, sesuai tipikalnya. Lihat aja caranya mengambil Andrea Dovizioso, dia bisa masuk lebih dalan di tikungan kiri tanpa membuang kecepatan motornya. Sampai dia menangkap buntut Lorenzo. Padahal Pedrosa ini sempat ke-7.

Seperti sorotan portal ini pada Maverick Vinales sejak awal. Skill-nya sudah juara dunia. Tapi mentalnya belum bro. Bebannya sangat berat yang berubah jadi tekanan dari harapan tim dan merek dibelanya. Seharusnya, timnya tak perlu membebaninya. Biarkan dia bermain lepas. Hehe… jangan ngajari burung terbang. Pokoknya gitulah.

Dan akhirnya yang naik podium mereka orang sana, Spanyol semua, bahkan sampai ke-4 diduduki Vinales. Juara siapa lagi kalau bukan Marquez. Di belakangnya Pedrosa yang memang berhak mendapatkannya. Lalu Lorenzo paling pas memang ketiga dengan berbagai kendalanya. Keempat Vinales dengan tekanan tadi. Kelima Rossi yang mungkin efek dari pain killer sudah tak mempan dari tengah lomba samopai finish membuat kakinya yang cidera nyeri lagi. Miolo

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2017, Moto2, Moto3 2017

Hasil MotoGP Aragon 2017, 22 – 24 September, Moto2, Moto3

 

BAGIKAN