nhk

Rafid Topan Dan Nurgianto: Terhenti Di Kualifikasi FIM CEV Repsol Di Valencia 2014

MniakMotor – Niat besar, semangat tinggi, dan doa belum cukup menggolkan Rafid Topan dan Nurgianto ikut race Moto3 seri terakhir FIM CEV Repsol. Keduanya nggak tembus kualifikasi karena mesin motor mereka mogok, hehe. Tepatnya saat QTT yang berlangsung di sirkuit Valencia, Spanyol pada 15 November 2014, sehingga tak ikut dua race Moto3 pada Minggunya.

You bayangkan Moto3 di event ini diikuti berkisar 60-an peserta. Tiga di antaranya adalah pembalap Malaysia yang reguler ikut event tersebut. Ketiganya, sudah pasti lolos bahkan salah satunya bermain di 10 besar. Sedang Topan dan Nurgianto yang ujug-ujug datang, yaaah getu deh. Padahal yang boleh maju untuk race hanya 36 pembalap. Jadi memang sudah gempur-gempuran sejak kualifikasi.

Keterangan dari manajer Topan dan Anto di Spanyol, Vasil Markov adalah. “Hasil ini  memang kurang menyenangkan. Sebenarnya, Topan tampil baik, sayangnya, mesin KTM kami rusak saat kualifikasi baru separuh jalan. Anto masih harus belajar. Ini pertama kali dia berlaga bersama pembalap terbaik sedunia,” ungkap Bos MotoRRika Racing Team yang ditumpangi Topan dan Anto itu.

Di awal qtt, Topan sempat mencatat 1 menit 49 detik. Dari hasil kualifikasi CEV Repsol, Topan hanya sekali itu  melintas.  Sementara yang tercepat di QTT adalah 1 menit 41 detik. Ya boleh dimaklumi, lha motor rusak mau bilang apa??? “Tidak ada yang bisa menanggulangi masalah ini. Jika saja mesin tidak jebol, saya yakin Topan bisa ikut di antara 36 starter,” ungkap Vasil lagi yang tidak menceritakan apakah itu mesin bekas atau baru yang disewa Topan dan Anto, hehe.

Balapan FIM CEV Repsol sendiri memang berat. Ini ajang saringan buat pembalap berlaga di arena balap prototipe dunia. Banyak pembalap MotoGP mengawali kariernya dari situ. Termasuk dua pembalap Malaysia, Ramdan Rosli dan Adam Norrodin yang sudah berkecimpung di FIM CEV Repsol International Championship setahun ini. Tahun lalu yang juga dari Malaysia, Hafiz Syahrin punya prestasi di sana, sekarang Syahrin sudah di Moto2 yang lumayan berprestasi untuk ukuran Melayu.

Syahrin dua tahun penuh di CEV Repsol, bukan datang satu seri lantas jadi jago. “Yaaaah kalau mau serius mengirim pembalap, ya harus bertahun-tahun di sana macam Malaysia itu. Atau silakan ke ATC alias Asia Talent Cup yang masih satu program dengan CEV Repsol, karena sama-sama ditangani Dorna, penyelenggara MotoGP. ATC boleh diikuti siapa saja untuk Asia, batasan umurnya 21 tahun, bukan 15 tahun,” jelas Eddy Saputra, pemerhati balap motor Indonesia.

Nah itu yang paling benar. AwAs

BACA JUGA

MotoGP: Lorenzo Anggap 2014 Sebagai Pengorbanan, 2015 Membayarnya

MotoGP 2015: Di Atas RCV 2015 Sebenarnya Pedrosa Lebih Mantap

MotoGP 2014: Selebrasi Cervera, Milik Marc – Alex Marquez

Knalpot R9 Dipakai Motor Gresini Di Balap Dunia 2015 – 2016

BAGIKAN