nhk

Drag Bike Ramai, Balap Liar Lebih Ramai?

 

ManiakMotor – Event dragbike yang rame sekarang tidak sepenuhnya merangkul balap liar (bali). Eventnya belum sebanding dengan jumlah pebali  di Indonesia. Dengan event sporadis, tidak sampai 10 persen pebali dirangkul. Nggak percaya? Silakan lihat ngabuburit jelang buka puasa minggu depan, di setiap sudut kota Indonesia pebali pasti ramai. Andai mereka mendaftar semua, ada kali 1 juta  sterter. Ehem, menggiurkan buat promotor. Hayo cari akal agar mereka ikut kebut lurus resmi.

Kerry Hutama pentolan balap motor Indonesia, yakin untuk saat ini dragbike bisa dipacu lebih giat. Selain murah buat pembalap dan promotor, keterampilan membalap tidak seruwet motocross dan road race. “Dulu dragbike ramai pesertanya disumbang dari bali, lalu berhenti akibat timing system ngaco. Sekarang, pencatat waktunya ada di mana-mana. Canggih pula, tinggal struktur eventnya yang segera dibenahi,” kata Kerry yang sehari-hari mengasuh Champion Motor Sports (CMS) tersebut.

Ambil teropong, lantas intip dua event yang berlangsung minggu kemarin, hati-hati bintitan. Ada Surya 12 Drabike di Malang, Jatim diikuti 533 starter dan Enduro Pertamina di Senayan, Jakarta,  574 sterter. Jika dihitung kepala,  paling tinggi 300 pembalap didua event itu. Starter dan peserta beda, pak. Starter dihitung motor yang start. Satu pembalap bisa ikut tiga kelas.

Jakarta tetap lumbung peserta, berarti pusatnya balap liar.  Dua kali event berturut di Jakarta,  dikerubuti starter. “Tidak ngaruh pada dunia bali. Bengkel korek di Jakarta dan sekitarnya banyak, mereka  adalah pelaku bali. Hitung jumlah bengkelnya saja belum sebanding dengan jumlah sterter yang mendaftar. Harus ada akal menghidupkan balap lokalan,”  imbuh R. Cholid, joki  Abirawa Racing yang mantan pebali dari Betawi.

Setiap promotor punya misi berantas pebali. Kalau misinya menghidupkan bali, jelas tidak dapat izin dari polisi. Misal Helmy Sungkar dari Trendypromo Mandira (TM)  yang bikin di Senayan. “Komunitas joki drag rata-rata berawal dari bali,  yang sadar bahaya  akan  ke balapan ilegal. Misi event TM begitu,” tutur Helmy yang merasa komunitas bali  Jakarta masih bisa dirayu ke resmi.

Beda dengan Judiarto dari Lightning Production, penyelenggara Surya 12 Dragbike Champioship (S12SDC). Katanya, 7 seri S12DC masih terasa kurang. Harus dibangun struktur dragbike seperti road race. “Ada event club, kejurda dan kejurnas. Untuk tingkat Asia kan lagi dibahas,” kira Judiarto. Kejurda dragbike DKI, gimana bos?

Event klub dan kejurda jelas jembatan pebali lokalan. Di sana pebali modal pas-pasan bisa ditampung.  Sebab, namanya balap selalu bertingkat kemampuan pesertanya, dari yang cekak sampai yang menghambur  teknologi alias kaya. Apalagi, drag resmi sekarang mulai melupakan pemodal rata-rata. Baru-baru ini, ada kelas standar Ninja, tapi baru Ninja yang beli awal motornya saja sudah harus Ninja.

Sementara,  yang dipakai di bali pasti motor paling laku di Indonesia, bebek dan matik. Makanya, kata M. Chabix, joki dari Tengarang  Selatan, Banten, harus mesurvei rata-rata motor di arena bali. “Kelasnya harus bisa menampung mereka. Dan jangan lupa, eventnya rutin di DKI yang ada status,” anjur Chabix yang juga mantan pebali.  Chabix sih tidak bicara masih sesekali ikutan turun di bali.

Sayangnya, sesuai yang pernah ditulis maniakmotor.com hanya kejurda Jawa Tengah yang aktif tahun ini. Selebihnya hanya wacana dan sporadis tadi. Bahkan kejurnas baru tertangani begitu muncul Surya 12 Dragbike.  Adit

BERITA TERKAIT:

Dragbike Senayan FFA, Chodox Pecahkan Rekor Jadi 6,971 Detik

Modifikasi Ninja Drag Eko Chodox, Piston KDX 66 Mm

Drag Bike Solo, 673 Starter Kecewa, Helmy Senyum

Surya 12 Dragbike Kediri, Ilmu Betot Gas..!

Surya 12 Dragbike Lumajang, Gaya Balap Atau Pembalap Gaya..?

Yamaha All New Jupiter Z1, Dirancang Di Terowongan Angin

Modifikasi Honda Blade, Pemenang IndoPrix Kenjeran

Yamaha F1ZR, Motor Drag Tiga Arena!


BAGIKAN