nhk

Regulasi Oktan 95 (Pertamax Plus) IndoPrix 2013, Yamaha Protes Keras..! Aturan Jalan Terus..?

 

 

 

ManiakMotor – Baru lalu diumumkan otoritas IndoPrix (IP), bahwa event balap motor tertinggi ini wajib pakai Pertamax Plus (RON 95).  Karena bahan bakarnya mudah ditemukan di rt, rw, kampung sampai kota, karena buatan Indonesia. Alasan kedua, speksifikasi RON (research octane number) atau nilai oktan terhadap bahan bakar akan merata di semua tim. Sama dengan yang diterapkan Asia Road Racing Championship (ARRC) menganut oktan tertinggi yang dijual umum di negara yang disinggahi ARRC.  Semua pabrikan motor yang ikut IP juga pernah terlibat di ARRC.

Felix Judianto, manajer Suzuki Racing Team saat diberitakan merasa keget dan agak protes. Menurutnya pemberitahuan itu terasa mendadak. Ia baru dapat kabar di awal 2013. “Tetapi, peraturan harus dilaksanakan dan peserta mengikutinya. Tapi, sebaiknya jauh-jauh hari disosialisasi,” jelas Felix. “Kalau kami silakan jalan. Toh semua sudah paham bermain di ARRC dengan oktan 95. Aturan ya harus diikuti,” tegas Anggono Iriawan, manajer motorsport PT Astra Honda Motor.    

Menurut Bambang Gunardi dari IndoSpeed sebagai penyelenggara IP, aturan tersebut sudah disahkan pada Rapat Kerja Nasional PP IMI 2012, juga sudah ada sejak November 2012. Di situ tertulis semua balap motor di Indonesia terutama road race akan pakai oktan 95. “Uji cobanya 2013 dimulai dari IP. Karena pesertanya bisa dikontrol dan tidak sebanyak MP, misalnya. Dan semua peserta sudah dilayangkan surat resminya,” sebut Bambang yang juga pejabat Biro Olahraga Motor PP IMI.

Karena ada yang merasa tergesa-gesa ini Yamaha ‘menolaknya’. Alasannya, riset mereka terutama pada Yamaha All New Jupiter Z1 sejak awal set-up-nya dengan oktan yang lebih tinggi dari Pertamax Plus. “Rissetnya pun di Jepang atau memakai aturan bahan bakar 2012. Kan risetnya sejak tahun lalu, Mas. Bila pakai oktan 95, waktu mengubahnya mepet. Karena ini injeksi,” jelas Supriyanto, manajer motorsports Yamaha Indonesia.

Makanya ada rapat khusus membahas ini pada Kamis 27 Februari 2013 di kantor PP IMI bersama komisi teknik. Anggota komisi ini termasuk produsen yang terlibat di balap motor Indonesia. Berarti empat pabrikan Jepang macam Yamaha, Honda, Suzuki dan Kawasaki.

“Kawasaki memilih tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Kalau hadir nanti dikira memihak salah satunya. Bagi saya, peraturan harus dijalankan, peserta tinggal menjalankannya,” jelas Ibnu Sambodo, pawang teknik dari Kawasaki Manual Tech. “Yang berubah kan hanya kompresi dan timing pengapian. Tidak ada yang lain,” tegas Ibnu sembari memberi jalan tengah untuk menerapkan aturan di seri 2, 3 atau 4 dan jangan di seri pertama. Itu demi memberi kesempatan pada yang keberatan.   

Sama dong dengan suara Yamaha sebelumnya untuk minta kesempatan meriset injeksi Jupiter Z1 dengan oktan 95. Maklum, injeksi bro, banyak sensor-sensor yang akan ngaco bila oktan diganti. Kira-kira begitu jalan tengahnya? “Tidak bisa diubah, karena aturan sudah terulis dan disahkan di Rakernas. Aturan dibikin telah melalui galian dan semua untuk memudahkan, bukan untuk menyusahkan,” pungkas Bambang yang mengabarkan Yamaha juga sudah melunak.

Mantap kalau begitu. Miolo,Adit 

BERITA TERKAIT:

IndoPrix 2013; Paling Tinggi Oktan 95

IndoPrix 2013 Diikuti Dua Pembalap Jepang

IndoPrix 2013; Yamaha Racing Jepang, Coba All New Jupiter Z1 Injeksi Balap Di Sentul, Hasilnya..?

IndoPrix 2013; AHRS Maksimalkan Pengalaman Pembalapnya Dari Honda



BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353