nhk

Ducati Kesal Dengan Rossi, Serius Tangani Dovi

ManiakMotorSebel ditinggal Valentino Rossi, motivasi dan upaya Ducati menjadi nomor satu lagi justru makin tinggi. Mereka tengah mereorganisasi departemen racing-nya, memanfaatkan teknologi Audi, dan siap mendorong Andrea Dovisiozo menjadi pembalap Italia pertama yang membawa Ducati ke level juara dunia.

Proyek ‘sakit hati’ rupanya, maka jadi ambisius. Pemuja Honda dan Yamaha bisa saja mentertawakannya dan bilang tak mungkin…tak mungkin. Tapi, itulah semangat Ducati semenjak dibeli Audi Group.Banyak duit bro…

CEO Audi AG Rupert Stadler menegaskannya saat menyambangi Rossi di GP Jerman. Kala itu Rossi bilang bangga dilibatkan Ducati dan tertarik dengan proyek pengembangan bersama Audi.

Belakangan ketahuan kalau itu,  ia telah  mendekati pihak Yamaha. Pantaslah mereka anggap Rossi pengkhianat kelas berat. Itu dalam tindakan seperti yang dilakukan Ducati saat ini, termasuk bos Audi yang ikut merayu Rossi.

President Ducati Gabriele del Torchio bilang kehadiran Dovi membuat mereka mengubah pola organisasi divisi balapnya. Mereka akan  memanfaatkan sejumlah fasilitas teknologi Audi terutama model simulator dan perangkat elektroniknya.

“Kami pilih Dovi karena ia punya karakter yang kami perlukan. Ia tester andal karena punya pengetahuan mendalam soal teknis motor. Ia juga seorang fighter seperti ia tunjukkan dengan lima podium musim ini,” tutur Del Torchio. Lho, emang Rossi bukan fighter atau tester andal? Tau ah gelap!

Ia menilai, Rossi tak berkembang karena Ducati gagal menyediakan motor seperti maunya The Doctor. Sebaliknya si Doctor pun tak mampu memahami dan memanfaatkan karakteristik Ducati. Seperti perkawinan, katanya, tak cukup hanya bermodal cinta tapi perlu saling mengisi satu sama lain. Jangan cuma bisa menyalahkan. Ah, nyindir lagi.

Audi sendiri berkomitmen melambungkan kembali Ducati. Reorganisasi yang diusung Torchio didukung penuh dengan budget. Lalu, seabrek teknologi dan para insinyur mereka yang bisa difungsikan. Salah satu program penting memanggil kembali para teknisi pendamping Casey Stoner  kala di Ducati.

Dovi tentu sadar semua itu menjadi hal besar baginya. Dalam umur 26 sekaramg ini mungkin itu kesempatan terbaik yang dimiliki. Ia bisa belajar dari kelebihan Stoner dan kekurangan Rossi mengendalikan Desmosedici, kemudian meramunya jadi kekuatan dirinya sendiri.

Bisakah? “Harus bisa. Aku punya kapasitas untuk itu dan Ducati percaya dengan kemampuanku,” tandas mantan rider Repsol Honda itu yang tampaknya akan mudah minta masukan dari Stoner.

Itu harus Dovi buktikan. Kalau tidak, siap-siaplah pensiun atau berangkat ke Superbkle menyusul Italiano lainnya macam Max Biaggi dan Marco Melandri, balapan para veteran MotoGP. Andro

BERITA TERKAIT:

Obrolan Rossi dengan Bos Audi, Soal Ducati MotoGP

Ducati Dibeli Audi

Ini Penyebab Rossi Tidak Sukses Di Ducati…

Gara-Gara Rossi, Strategi Dovi Berantakan

64% Angkat Tangan, Rossi Masih Bisa Juara Dunia, Sampeyan?

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353