Reputasi Honda Semakin Buruk di MotoGP, Casey Stoner: Itu Semua karena Marc Marquez!

ManiakMotor.com — Honda sudah tertidur “cukup” pulas sejak kejuaraan dunia yang terakhir kali diraih Marc Marquez di MotoGP Tahun 2019. Pun pada akhirnya, di Tahun 2024 pembalap kesayangan pabrikan Jepang berlogo sayap itu memutuskan hengkang dan beralih ke tim Gresini Ducati. Lantas apa yang membuat kemunduran dari era emas Honda?

Casey Stoner yang dahulunya merupakan pembalap MotoGP rekan satu tim Marquez di Repsol Honda, membeberkan alasan kepergian doi dari tim pada Tahun 2015 yang berkaitan dengan kemunduran dari Honda itu sendiri. Hah gimana tuh bro?, yap, Stoner mengungkapkan bahwa Honda selama ini terlalu fokus “hanya” mendengarkan Marquez untuk pengembangan motor mereka. 

“Kami telah mencapai titik di mana tim Marc (Repsol Honda) mulai menjauh dari masukan-masukan saya” ucap Stoner, sang Juara Dunia MotoGP 2011, Maniak Motor lansir dari situs Crash (Sabtu, 10 Februari 2024).

“Saya mencoba memperingatkan mereka, mengatakan kepada mereka bahwa jika mereka hanya terus mengikuti perkembangan (saran) dari Marquez, dia akan menjadi satu-satunya yang mampu mengendarai motor itu, dan kecelakaan akan sering terjadi.

“Dan saya benar, seperti yang ditunjukkan pada hasil tahun 2015, namun mereka tidak mau mendengarkan saya dan malah memutuskan untuk memindahkan saya.” sambung doi lebih lanjut.

Omongan blak-blakan dari Stoner ini bisa dinilai relevan dengan kondisi dari Repsol Honda sendiri. Marquez memang memperoleh kejuaraan dunia enam kali berturut-turut di era rookie-nya itu, namun tahun 2020 hingga kepergian dari tim, doi terus mengalami penurunan performa, hobi cium aspal sirkuit.

Pengembangan motor RC213V Honda yang terlalu “Marquez Centrist” pada akhirnya terbukti sendiri. Bak senjata memakan tuan, kita melihat Marquez yang seiring berjalannya waktu sering jatuh dari kuda besi yang ditungganginya itu, doi sendiri juga komplain mengenai struggle yang dialaminya sendiri karena Honda cenderung stagnan.

Stoner Mewajarkan Kepergian Marc Marquez dari Repsol Honda

Penurunan standar motor Honda yang gitu-gitu aja bagi Stoner sangat wajar membuat Marquez melirik dan pada akhirnya beralih ke Tim Gresini Ducati. Apalagi di MotoGP musim sebelum-sebelumnya, kita bisa melihat dominasi dari Ducati.

“Saya tidak menduganya, namun saya memahami bahwa dia telah pergi,” kata Stoner.

“Dengan semua komponen tambahan pada motor ini, sangat sulit untuk memahami apakah dia atau Honda yang melakukan kesalahan.

“Pergi ke Ducati berarti memahami sendiri apa yang dia lawan dalam beberapa tahun terakhir dan melihat apakah dia bisa membuat perbedaan juga di sana.” sambung doi.

Tak hanya kehilangan The Baby Aliens, Honda juga pernah ditinggalkan Alex Rins yang hanya bertahan satu tahun bersama tim satelit mereka, LCR. Doi pernah menang di sirkuit Amerika, hingga pada akhirnya kakinya patah.  Kini, Rins sudah berada di tim jepang lain tandingan Honda, pabrikan Yamaha bersama rekan setimnya Fabio Quartararo.

​”Honda telah membangun reputasi buruk selama bertahun-tahun, semua orang akhirnya ingin pergi,” tutup doi di akhir kesempatan.

-Diva-