nhk

Revisi Bobot Kejurnas 250 cc, Adil Kah????

ManiakMotor – Kawasaki putuskan ikut seri 2 IRS Sentul dengan jaminan revisi regulasi bobot kejurnas 250 cc. Mereka tidak jadi walk-out atau mutung dan ngambek. Asalkan, Ninja 250RR turun 9 kg dan Honda CBR250 hanya disunat 5 kg. Korek-mengorek performa suspesi dan mesin, tetap seperti seri pertama. Maka yang mengemuka pro dan kontra dari kubu Kawasaki sendiri.

Sabar! Paling tidak, berkurang dana untuk beli palu pembobot. Buktikan seri 2 IRS di Sirkuit Sentul International pada 20 Mei 2012 ini, Ninja melakukan perlawanan. Itu membuat balapan enak ditonton. Jika melaju sendiri-sendiri, itu balapan tongkring, cing. “Berat, kalau hanya bobot yang dikurangi,” bilang Imanuddin, pembalap senior yang aktif bermain kelas Ninja di Sentul. Itu Imanuddin loh, pembalap yang sudah kembung, kegemukan.

Biro Olahraga Teknik PP IMI baru lalu, melakukan pertemuan dengan perwakilan Honda dan Kawasaki. Kedua pabrikan itu adalah aset balap motor Indonesia di kejurnas 250 cc yang dekat jejangnya ke Moto3. Di ADRT PP IMI, setiap pabrikan peserta balap motor, otomatis anggota Biro. “Kasus kali ini dibahas Biro Teknik. Kawasaki hadir, Honda juga ada. Berarti oke dan siap balap,“ jelas Anggono Iriawan, manajer motorsports Astra Honda Motor.

Kalau ditelusuri, bukan hanya itu. Seperti dibilang Hendri Suwandy dari Kawasaki Greentech Riau (KGR). “Honda bisa porting, ganti throttle body, kenalpot dan suspensi, ini yang bikin berat sebenarnya. Maaf, walau teman-teman Kawasaki lain ikut, saya mendingan di rumah,” kata Hendry dari markasnya di Riau.

Pemain lama Ninja 250 cc pernah membore-up dan men-tune, hanya 1 menit 49 detik. Honda dengan bobotnya ikut dikurangi, bisa saja lebih cepat. “Pengurangan bobot pada Ninja hanya mengubah cara hendling. Motor lebih seimbang. Catatan waktu tetap 1 menit 52 detik,” papar Wariatno Pratna yang sedang berada di Sentul ikut  sesi latihan 250 cc, Jumat atau 18 Mei 2012. Beliau papanya Imanuel Pratna yang ke-3 di seri pertama IRS. Artinya, Imanuel di belakang dua Honda CBR dan juara dari semua Ninja, bulan lalu.

Soal bobot ini sejak di seri pertama sudah ada revisi. Tadinya, Ninja diberi 157 kg, lalu turun jadi 155 kg dan sekarang jadi 148 kg. Sama dengan CBR yang tadinya 135 kg, turun jadi 132 kg dan sekarang 127 kg. “CBR saya sih masih urutan ke5 di seri pertama. Itu belum ganti semua. Baru melakukan porting pada lubang isap, buang dan ganti kenalpot. Throttle body dan suspensi standar,” jelas Akian alias Erwin Oei dari Honda Conection Kawahara.

Ibnu Sambodo  sebagai refresentatif Kawasaki, mengaku, bobot itu sudah paling adil. Awal-awal kalah tidak masalah. “Targetnya Ninja bersaing di luar dua CBR dari Astra Motor Racing Team. Kalau memaksa mengajukan Ninja boleh tune dan ganti ini-itu, takutnya perorangan akan sulit mengikuti. Akhirnya, hanya tim pabrik yang mampu. Berapa motor yang balap nanti?” alasan Ibnu yang juga chief mekanik Kawasaki Manual Tech tersebut alias tim pabrik si Ijo.

Mengenang saja, jangan sampai kejurnas 250 cc nasibnya sama dengan yang sudah-sudah di Sentul besar. Berbagai kelas sport diadakan berseri di sana. Pernah ada kejurnas sport tune-up 150 cc. Lalu, OMR sport yang paling dekat dengan balap dunia! Misalnya, OMR versi GP125 yang diadakan Yamaha. Lalu, RGV250 yang dibikin Suzuki. Yang paling segar adalah siaran langsung GP-Mono.

Maana..? Miolo

BERITA TERKAIT:
IRS 250 cc Seri 2, Senjata Ninja Shuriken-Jutsu..!
FDR Penyedia Ban IRS, Tapi Bebas
IRS Sentul, Rookies Yang Bebek Juga
Pembalap Malaysia Jajal IRS Sentul
IRS Sentul, CBR 250 Jauh Sekali

 

 

BAGIKAN