nhk

Road Race 2014 Purwakarta; BRC-nya Pagar Betis Manusia, 400 Starter

 

 

ManiakMotor – Wah… ingat akan era road race ’90-an pembatas antara lintasan dengan penonton ya penonton itu sendiri. Zaman dulu sih disebut pagar betis, karena di pinggir lintasan ya betis manusia semua. Beberapa titik memang terdapat pagar BRC dari jeruji besi. Tapi, itu tidak sampai 50 persen di Yon Armed 9 Sadang, Purwakarta, Jawa Barat pada 2 Februari 2014 yang dijadikan lokasi pasar senggol.

Padahal, terdapat 400-an lebih starter. Mereka terbagi dalam 15 kelas di event bertajuk Mandasarin Noname Open Road Race 2014. Di sana penonton bebas hilir mudik menyeberang lintasan walau lomba sedang berlangsung. Idih, ngeri coy, nyawa.

“Jujur saja, ulah penonton tersebut mengganggu konsentrasi dan juga berbahaya buat pembalap dan mereka,” kata Arie Octane, pembalap senior Jabar yang membawa bendera Qiqi Octane Alvaro Trans ALZ asal kota Bandung, Jawa Barat.

Penontonnya memang membludak, sedang BRC hanya disiapkan untuk sisi luar trek. Sisi dalamnya memang tidak keseluruhan. “Daerah-daerah tak dipagari BRC itu telah ditutupi satuan petugas untuk menghalau penonton.  Namun tetap tembus,” jelas Roesbangin yang menjabat sebagai pimpinan lomba di event tersebut.

Herdy Risch, promotor balap asal Karawang, Jawa Barat yang kebetulan hadir di lokasi berpendapat, “Wilayah Subang, Purwakarta dan Karawang jaminan starter dan penonton membludak. Pengamanan penonton harus ekstra keras,” kata pria yang khas dengan rambut warna-warninya ini.

Terlepas dari ‘ramainya’ penonton di pinggir lintasan, beberapa tim menganggap event ini sebagai ajang latihan untuk menghadapi event besar, “Dengan komposisi pembalap yang baru, tentu harus ditest dulu feeling mereka, termasuk berkomunikasi dengan mekanik,” ujar Galih Dedhy Hafriandi,  manager dari tim HYT BCNY Nusa 2929 yang akan ikut MotoPrix region Jawa 2014 ini.

Katanya, jangan berharap banyak dari event seperti ini. “Kami ambil sisi baiknya bahwa event-event serupa yang banyak dilaksanakan di Jawa Barat merupakan ajang latihan. Saya pribadi berharap adanya perubahan dari sisi penyelenggaraan,” tambah Galih.

Setahu portal ini sih, Jabar di era Oke Djunjunan sangat konsen pada penyelenggaraan. Di era dia banyak promotor yang ‘gugur’ lantaran kebijakan yang ketat. Dan salah satunya, promotor wajib menyediakan BRC secara menyeluruh, karena taruhannya adalah keselamatan penononton dan pembalap. Adit

BACA JUGA

Hasil Lomba Road Race Purwakarta, Jabar 2 Februari 2014

Motoprix 2014 Medan; Sirkuit Pancing Harus Dipertahankan!!

 

 

 

 

BAGIKAN