nhk

Road Race 2020: Terasa Anak Muda Lihat Dicky Setiawan Dan Sandy Agung Pakai Wearpack..!

Sandy di depan dan Dicky Setiawan

ManiakMotor – Memang ada kelas ex-riders saat ini yang sedang ramai pesertanya. Mereka pun angkatan awal atau pertama balap motor dibikin kejuaraan nasional pada 1995. Disebut eks riders alias bekas pembalap sampai angkatan 2000-an. Tapi namanya ex-wartawan nggak ada, lha wong sampai sekarang juga menulis kok.

Sandy dan Dicky. Kembali muda

Bukannya sombong bro yang lagi nulis cerita ini juga saksi mata para ex-rider beraksi di zamannya tersebut. Bahkan mengangkat nama-nama mereka di nasional. Maklum wartawan satu-satunya di sirkuit siang dan malam, hehe. Macam Dicky ‘Jambret’ Setiawan dan Sandy Agung. Keduanya pada 18 Maret lalu di Sentul Karting & Motorcycle alias Sentul Kecil di Bogor, Jabar sedang pakai wearpack. Bah penulis pun langsung seperti mereka, maksudnya jadi anak muda juga. Seperti  lagi liputan kejurnas era mereka, haha.

Tapi langsung sadar saat mereka lagi foto-foto dengan perut one-pack yang mebihi six-pack perut beotot 6 tingkat. Maksud dari one-pack dengan perut yang sudah pada nongol, eh membuncit. “Eh apa kabar,” sapa keduanya pada penulis. Waduh nggak salah tuh, malah pembalapnya yang nyapa duluan pada penulis macam saat meliput di kejurnas pasar senggol fulu. Penulis menjawab masih biasa, masih nulis, masih motret, tapi yaaaaaahhhh bedalah dengan era masih di tabloid yang ngetop bangat soal motor itu.

Dicky. Ya masih adalah sisa-sisa juara nasional

Lantas Dicky dan Sandy mengitari sirkuit Sentul Kecil dengan underbone Yamaha 125Z yang telah dikorek. Belum hitungan lima lap sudah masuk paddock dengan model lidah seperti dasi, menjulur. Kelelahan. “Haha.. nafas sudah pendek-pendek. Maklum umur sudah 53 tahun,” kata Dicky yang juara nasional balap motor pertama kali diadakan 1995-1996. “Sama Mas,” timpal Sandy yang pemilik SND Factory tersebut yang memang angkatannya beda sikit dengan Dicky yang lebih duluan.

Itulah bedanya dengan pembalap ada bekasnya. Penulis tetap menulis dengan kecepatan tinggi, weeeng…. “Nal eh Miolo, coba ceritakan beda anak sekarang dengan era saya?” tanya Dicky pada penulis yang memang bernama asli Zainal Idris Miolo dengan panggilan Miolo dengan inizial Don Miolo era tabloid otomotif pertama di Indonesia dan tabloid motor yang ada Em-Plusnya itu.

Dijawab saja dengan sederhana juga oleh penulis. Bedanya pada pandangan arah mata. Era Dicky kebanyakan mata keranjang, eh, sorry salah. Maksudnya pandangan mata terhadap racing line yang akan membawa hati alam sadar lebih ngebut. Zaman dulu pandangan hanya terpaku pada tikungan yang ada di depan yang akan ditikung. Maka perasaan sudah kencang bangat.

Tapi anak-anak sekarang matanya sudah menggiring hatinya beberapa tikungan di depannya. Seolah-olah tikungan yang saat dilewati nggak dilihat lagi. Nyali mereka lebih kuat, lantaran terasa lebih ‘lambat’ alias terkontrol. Perhatikan saja arah kepala anak-anak sekarang seperti nggak peduli dengan tikungan di depannya. Beda dengan arah mata seperti Dicky dan Sandy tikungan di depannya dikira awewe, tuh sangat fokus dengan tikungan di depannya.

Sandy Agung. Masih lebih kencang lantaran lebih muda beberapa tahun dari Dicky

Lantas Dicky pun manggut-manggut yang datang ke Sentul Kecil memang janjian dengan Sandy untuk nyeting 125Z dan Satria 120. Katanya sih tadinya ikut D-Event, tapi event itu ditunda. Juga diam-diam untuk mengalahkan ex-riders yang lain, macam Asep Hendro yang punya AHRS itu akan mereka tekuk. Walah… Miolo

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353