nhk

Road Race Malam Tahun Baru 2014 Jogja; Letupan Knalpot Pegganti Petasan

ManiakMotor – Digelar sejak 2001 lalu, Kosgoro ’57 VSC – Old & New Year Nite Race 2014  di sirkuit halaman parkir Mandala Krida, Jogjakarta tetap saja meriah. Ah, itu sih bukan berita baru, wong balap di malam pergantian tahun memang  jadi ikon kota gudeg itu. Sudah langganan balap di malam Tahun Baru yang pasti dari 31 Desember 2013 sampai 1 Januari 2014 dini hari.

Ada  248 starter ambil bagian dari 17 kelas disediakan Venture Sport Club (VSC) yang dikomando Nadjib Saleh. Sejak 13 tahun lalu, alasan peserta kali ini, skill tetap ada hubungan bakar knalpot jadi kembag api di malam pergantian tahun. “Sambil merayakan tahun baru, juga mengukur seberapa kompetitif hasil settingan. Kebetulan motor ini akan digunakan di region Sumatera 2014,” imbuh Tangguh alias Trembis, salah satu mekanik pendamping Ibnu Sambodo dari Manual Tech, Jogja.

Lihat saja, peserta selain dari Jawa, juga ada utusan Papua, Kaltim, Jambi, dan Sumsel.  Bisa ditebak, mereka tetap ingin meningkatkan keterampilan  dan mental tanding sembari bersuka ria seperti dilakukan warga seluruh dunia dalam pergantian tahun. Apalagi pada 2014 akan marak balap malam diadakan panitia road race.

Ditambah pula event lepas road race berkurang di tahun 2013, selain lomba rutin seperti IndoPrix, MotoPrix dan OMR. Di luar event ini, jaranglah, apalagi di Jateng dan Jogja yang dikenal sebagai lumbung pembalap road race. Karena itu, “Balap malam tahun baru pun diikuti,” jelas Ardy Satya Sadarma, salah satu seeded andalan Jateng yang ikut di Mandala Krida.

David owner tim RM Anugerah Mandiri GDT Borneo Primax  (Jatim), mengimbau pada pengda masing-masing untuk memarakkan n kembali kejurda road race.

Katanya, kejurda lebih mutlak sebagai pembibitan awal ketimbang event-event yang ada selama ini. “IP, MP dan OMR cenderung diikuiti pembalap dan tim yang sudah jadi,” nilai David jauh-jauh dari Jatim untuk ikut di Jogja.

Senada dengan Sulung Giwa sebagai jawara MP Jawa 2013 (MP2) asal Tulungagung, Jatim. Baginya, semua tidak bisa instan, bicara skill dan fisik harus dari bawah, terutama dari kejurda. “Karena event kejurda, pembalap daerah dengan mudah ikut tanpa harus menyebrang ke luar daerah yang akhirnya juga biaya,” kata Sulung yang dipastikan hengkang dari tim Yamaha Ridhlatama musim depan dan memilih menjadi pengamat d ipinggir lintasan kali ini. 

“Meski hanya diadakan setahun sekali, tapi saya pastikan tahun-tahun berikutnya tetap ada event ini. Sampeyan juga tahu, event ini identik dengan kelas pembinaan seperti di bawah 15 tahun, pemula 16-21 tahun juga ada MP 3 di bawah 18 tahun,” tutup Nadjib M. Saleh yang belakangan malah tergiur menggarap serius drag bike. 

Itu pertanda Jogja sebagai salah satu barometer pembalap berprestasi mulai terancam. Weleh, tapi sekarang sih Jogja masih bertaji di pemula dan seeded. Tanya knapa? Dipikir nanti aja, selamat tahun baru 2014 brosist! Ardel 

BACA JUGA

Hasil Road Race Jogja (Malam Tahun Baru 2014), 31 Desember 2013

BAGIKAN