nhk

Road Race Tasikmalaya, Tikungan Tusuk Konde

ManiakMotorBalap motor digelar malam pasti punya gaya sendiri. Seperti event LA Light Road Race 2012 (LLRC) final seri 3 region 2 pada 22 September 2012 di sirkuit bekas terminal Cilembang, Tasikmalaya, Jabar, eh ditanggapi dengan kopi anget, waaa..!  

Valentino Rossi pernah ngaku doi tak terlalu suka dengan balap malam.  Tapi, Irvan Chupenk jelas-jelas bukan saudaranya Vale malah senang. Katanya, fisik tak terlalu terkuras. “Sisi entertain lebih kena, lantaran punya tantangan tersendiri. Cuaca juga lebih adem, meski keringat tetap bercucuran,” kata Chupenk sambil suguhkan kopi anget pada portal ini. Ya, pasti disamber, Tasik dingin, bro. 

Soal kopi anget juga cerita menarik pada balap malam. Aromanya lebih nendang, macam tendangan gas buang dari knalpot benaran, bukan gas buang yang biasanya malam-malam juga sering dibuang. Entalah, penonton, pembalap dan panitia juga ikut melepas gas buang. Soalnya sudah nggak kedengaran, telah campur baur dengan pelepas gas buang racing dan riuh rendah penonton.  

Eit, Vale bilang night race itu dingin dan gelap. Ya, mungkin The Doctor tak mau hangatkan badan dengan kopi tadi, apalagi kopi jahe. “Motor harus disetting beda, supaya cepat hangat. Safety juga harus ditingkatkan dengan konsentrasi, mengingat selain bumpy juga ada ceceran oli pada beberapa titik. Siang keadaan itu mungkin bisa dijangkau dengan  mata. Kalau malam, hanya kira-kira,urai Chupenk yang sepertinya punya indra keenam untuk night race di sini, lantaran hapal titik-titk bahaya tadi. Hehehe

Teknik balapnya sih, tetap sama. Maksudnya, diterangi lampu 60 ribu watt, racing line yang dipakai wajib tepat agar mesin efisien. Maklum, namanya jalur tidak akan berubah ke luar sirkuit, misalnya. Dia tetap di jalurnya sepanjang terotoar dan karung-karung pembatas tidak bergeser. Kadang-kadang  bikin kaget juga, tiba-tiba harus belok,” sambung M. Sani Irawan dari tim PT Lagadar SMK Pertiwi Ku.

Untung sirkuit dadakan di Tasik ini mudah dihapal.  Panjang cuma 700 meter, lebar 8 meter dan  berbentuk ‘L’. Di sana ada satu tikungan kecepatan tinggi, trek lurus dan dua tikungan tusuk konde. Dalam balap motor, ada dua model tikungan yang sering menghambat kecepatan. Salah satunya hair pin corner alias tusuk konde itu. Satunya lagi, nggak ada di sirkuit ini, jadi tidak perlu disebut. Hehehe, penasaran kan….  

Chupenk yang membela Che Jasmine Gemilang Berdikari Utama mampu 4 kali podium pertama dari 13 kelas. Dia selalu lebih cepat di tikungan tusuk konde. “Masuk lebih dalam, pasti motor tetap meluncur. Hati-hati, sebelum tikungan ini banyak ceceran oli. Tak fokus d isitu, siap-siap terjungkal,” kata Chupenk. Bagi penonton, pada titik itu yang bikin seru, lantaran banyak yang jatuh bangun. Wadow!

Makanya, Montez Sport Club (MSC) selaku promotor tetap keukeh  balap night race ini digelar disini, bukan di sirkuit Bukit Peusar. Akses penonton jadi hitungan Handoko Halim, SH selaku bos MSC. Buktinya, 7.000 pasang mata hadir di event yang juga diramaikan DJ Performance Natalie dan Wanna Be Sexy Dancer. Nah itu yang menghangatkan suasana selain kopi tadi. Ardel  

BERITA TERKAIT:

Hasil LA Light Tasikmalaya, Jabar, 22 September 2012

Balap Malam, Jangan Dilarang Dong…

Balap Malam Soreang, Makin Dingin Karena Hujan



 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353