nhk

Ronde 1 ARRC Thailand 2018: Race 2 AP250, Topan Kan Dari INA…!

Topan lagi pimpin rombongan

ManiakMotor – Proses tak pernah bo’ong! Itu yang bilang manajer Yamaha Racing Indonesia, Wahyu Rusmayadi. Proses itu ada pada Rafid Topan Sucipto. Pernah juara IP, bebek ARRC, ke Moto2, balik lagi ke ARRC dengan SS600, pasar senggol lagi dengan bebek, dan sekarang di AP250 ARRC. “Benarnya, proses tidak membohongi hasil,” kata Wahyu meluruskan.

Topan dengan aki WR

Kemarin di race-1 boleh kamu bertanya-tanya, Topan yang hanya ke-5 kok ditulis? Maaf ya, obyektifnya dari penampilan pertama menggunakan motor tim satelit pabrikan Yamaha, TJM WR Super Battery, dialah yang paling kreatif. Kerja keras untuk menutupi kelemahan motornya. Muncul tuh semua jurusnya nggak pakai jaran goyang agar bisa bersaing ke depan yang start dari grid 14.

Apalagi menantang CBR250RR yang pakai ECU HRC dengan mesin racikan dari biangnya. Motor juga kalah spek dari basisnya dan kalah modal, “Sponsor tahun ini cekak. Motor ala kadar saja. Dukungan paling besar hanya dari Yamaha,” tutur Rudyanto Wijaya alias Ko Rudy, bos TJM. Dia lebih percaya bikin kencang Topan lantaran aki yang benar-benar kering berlogo WR Super Battery. Pakai aki itu dari start sampai finish setrumnya sama. Itu mah iklan tersembuyi.

Ini Topan ditulis lagi, kenapa? Itu dia, kedua di race-2 AP250 pada Minggu (4/3-2018) di sirkuit Buriram, Thailand. Startnya tetap dari grid 14, bisa atur ritme sampai ke barisan juara. Hasil dari proses panjang dia tidak mudah terpancing. Justru dia yang memancing, ya bukan mancing konde. Tapi pancingan agar permainan di depan tidak ‘dimakan’ motor-motor kencang pabrikan. Setelah dimakan pun dia harus terus nete alias di buntut motor yang ‘kencang’ real time agar tetap dapat angin di posisi podium. Itu selalu dilakukan sampai finish.

Dia mengacak barisan pun dengan halus dilakukan, tanpa harus berujung diskualifikasi seperti dialami joki tomboi Thailand dari AP Honda Thai, Muklada apa tuh, susah namanya, Sarapuech. Si tomboi ini juga yang lepas dari akal Topan saking kencangnya motornya. “Pembalap lain sudah mengerem saya harus menunda sikit. Yang lain belum buka gas, saya harus duluan agar motor bisa seimbang,” mantap Topan yang kembali memperlihatkan aki WR-nya saat difoto dan menyesalkan kenapa harus kalah sama konde, eh perempuan. Haha dia becanda lain kali balapan pakai rok, hehe.

Cara disebut Topan itu proses. Eh… tunggu ada satu lagi pembalap YRI yang perlu dipuji, pemain baru masih belasan tahun. MM

BACA JUGA

Hasil Ronde 1 ARRC Thailand 2 – 4 Maret 2018

Ronde 1 ARRC Thailand 2018: Race-2 UB150, MX-King Strategi Wahyu Juara

FDR NHK SSS Pirelli MotoPrix Bengkulu 2018: Pasca Kecelakaan Truk, Tim 7 Berlian Incar Juara

ARRC 2018 Thailand: Wahyu Aji Podium Ke-3 (UB150), Duet YRI Siap Lebih Baik Race 2 AP250

 

 

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353