nhk

Motoprix Kenjeran, Pemula Tamat Di Region

 


ManiakMotor – Pondasi balap motor adalah pemula. Ya, tahu! Baik-buruknya prestasi ke depan, tergantung berhasilnya pembinaan mereka. Ya, ngerti! Posisi MotoPrix sebagai balap tertinggi regional, adalah tingkatan paling puncak ujicoba novice saat  ini. Ya, tempe, eh tahu!

Namun, setelah ada IndoPrix, status juara Indonesia pemula terhapus dengan sendirinya. Tidak ada lagi final untuk  menentukan juara Indonesia-nya. Yang ada, ya juara pemula MP di region masing-masing. Asli, baru sadar tuh…

Tidak perlu disinggung panjang-panjang soal itu. Nanti banyak yang tersinggung. Tersinggung di sisi lain IP sebagai supremasi balap motor Indonesia, tetapi di lain pihak juara pemula Indonesia justru hilang dengan hadirnya IP. Makanya, “Juara pemula di MP masing-masing sangat bangga. Mereka seperti juara Indonesia, apalagi di region 2 atau Jawa sebagai patokan region lain,” kata Helmy Sungkar dari Trendy Promo Mandira, penyelenggara beberapa MP di Jawa.

Helmy tidak mengaitkan dengan IP dan sebagainya. Dia hanya melihat eforia kelas pemula saat berlangsung seri 4 Pertamina Motoprix Region 2 di sirkuit Park Kenjeran, Surabaya, 3 Juni, kemarin. Persaingan mereka tidak kalah dengan seeded. Paling tidak bagi kalangan sendiri seperti orang tua dan kru masing-masing. “Pemula sekarang beda mungkin dengan lima tahun lalu. Saat ini, banyak orang tua mengantar anak-anaknya belajar balap sejak dini,” tambah Helmy.

Contoh Tamy Pratama yang mencuat di dua kelas sekaligus, MP3 (bebek 125 cc) dan MP4 (bebek 110 cc) pemula, dia diagungkan seperti juara Indonesia. Baginya, MP Jawa sudah puncaknya pemula. “Untuk ketemu sesama pemula di Indonesia, ya ikut final OMR Yamaha. Saya juga ikut YRA. Waktu itu Doni Tata dan Hokky yang ngajari racing line di Kenjeran. Itu diingat terus,” urai pembalap tim Yamaha Yamalube KYT SND ini. Anak kecil, jawabannya suka-suka dialah. 

Atau hargai Mamank Uye, pemula Jatim yang nyaris hidup terus di balap liar.  “Nyawanya hampir game over karena balap liar,” kenang Joni Purnomo, manajer sekaligus penasehatnya. “Kalau anak saya sejak awal jangan sampai ke bali (balap liar). Cukup bapaknya. Tapi, pemula harus ditingkatkan jenjangnya. Saya tidak tahu ini tugas siapa? Setahu saya, semua pemula hanya ketemu di final OMR Honda. Saya juga heran, MP5 dan MP6 dihapus dari kejurnas entah apa sebabnya?” timpal Sriyono, papanya Yogha Dio dari Honda Yonex Kawahara Racing Team.

Praktis para pemula dari semua region hanya bisa ketemu dan saling ukur di final OMR masing-masing. Tetapi itu balap kan, lebih banyak promosi dan hanya semerek. “Setiap tim besar kami bebankan harus punya pemula. Kelas pemula di OMR juga  ditingkatkan, termasuk menarik pebali. Juaranya wajib ketemu di final YCR,” kata Ari Wibisono, manajer motorsports Yamaha. “Sama saja,” singkat Anggono, manajer motorsports Astra Honda Motor yang hadir di Kenjeran. Sedang Ari pergi ke seri 5 MP di Sulawesi.

Untung ada OMR ya. Ardel

BERITA TERKAIT:
MotoPrix Kenjeran, Kuncian Yoga Di Race-2 MP2
MotoPrix Kenjeran, Loncatan Zaki Di Race-1 MP2
MotoPrix Kenjeran, Race1 MP1 Dipukul Si Hammer
MotoPrix Kenjeran, QTT MP1 Direbut Honda Lewat Willy Hammer
MotoPrix Kenjeran, Yoga Jaga Muka Yamaha Di QTT MP2

 



BAGIKAN