nhk

Sebelum ARRC Zhuhai 2019, Proliner 549 Kaboci Ke One Prix Tasik Dulu

ManiakMotor – One Prix seri 2 buat pembalap Indonesia yang ikut di sana dan ARRC, event di sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jabar pada 3 – 4 Agustus 2019 untuk pelemasan. Juga sekalian mengasah tunner-nya untuk tune-in di ARRC yang seminggu kemudian di sirkuit Zhuhai, Cina.

Kebetulan One Prix yang melombakan bebek atau underbone itu, pesertanya untuk ARRC juga ikut UB 150. Contoh dua pembalap Proliner 549 Kaboci Racing Team, “Tim kami ikut dua kelas di One Prix, yakni Expert dan Novice. Padahal keduanya di ARRC satu kelas, hehe,” kata Achos de Lalang yang bertanggung jawab penuh pada tim Proliner 549 Kaboci.

Robby juara Novice di One Pri seri pertama

Ronde pertama di One Prix, pembalap Proliner boleh curi juara di salah satu race-nya di kelas Novice. Namanya adalah Robby Sakera yang nama aslinya di sekolah M. Mohrobbil Vitoni. Sedang andalan utama Proliner yang bernama Richard Taroreh belum beruntun. Tapi dia terbaik kedua dari seluruh pemain Indonesia di ARRC sampai seri 3 kemarin di Suzuka, Jepang.

Namanya juga event persinggahan, One Prix digunakan untuk menjaga ritme mekanik dan pembalapnya. Khusus buat Achos juga terus cari-cari ramuan agar korekannya melejit di One Prix dan ARRC, “Memang ada beberapa yang bisa dipelajari. Terutama pada motor Novice, lantaran aturan mirip walau nggak sama dengan ARRC,” tambah Achos yang sudah siap-siap ke Tasik, tapi tetap siap-siap juga ke Zhuhai.

Ok deh selamat bertanding. Catatan tuh buat panitia One Prix, masak sih hanya race-1 doang yang disiarkan langsung. Harusnya dua race yang dilombakan. Kalau memang itu terbentur waktu penyiaran, aturan balapannya yang mengikuti, cukup satu race. Supaya penonton televisi nggak bingung dan seperti terpotong ceritanya kalau race-1 doang yang disiarin. Miolo

BAGIKAN