nhk

Seri 1 Yamaha Sunday Race (YSR) Sentul 2019: Sport 150 Pro Rider Wajib All New R15 VVA, Kem-nya?

Wahyu Aji

ManiakMotor – Barusan pada Sabtu 22 Juni 2019 di Sentul Besar telah diadakan QTT Sport 150 di ronde 1 Yamaha Sunday Race (YSR). Tahun ini setiap tim yang dikontrak Yamaha diwajibkan menggunakan All New Yamaha R15 VVA.

Hawadis

Kalau soal bodi dan suspensi, para mekanik pasti menerima dengan mantap. Sudah pasti lebih stabil dari versi R15 versi lama yang suspensi depannya masih teleskopik biasa. Sedang All New std-nya telah memakai up side down (USD). “Tapi kalau mesin, masih banyak yang harus diriset,” sebut Bima Aditya dari Yamaha AIRA Oryza NHK SSS.

Kalau di YSR wajib menggunakan VVA (Variable Valve Actuation). Kalau di stadart sih, VVA sudah sangat mantap, putaran atas bawah dapat dengan lobe atau benjolan kem. Namun di balap butuh uji coba lagi, “Bisa saja diubah ke versi lama, tapi peraturan di YSR tetap harus menggunakan VVA,” timpal Anton GDT yang menangani Yamaha Bahtera NHK SSS.

Namun GDT dan Bima sangat yakin VVA akan berkembang lebih dahsyat dari R15 versi lama di balap motor. Alasan mereka, baru dua bulan di tangan saja, mulai terlihat hasilnya, “R15 VVA ini torsinya kuat, putaran atasnya juga tinggi. Kita tinggal tunggu perkembangan suku cadang racingnya sesuai riset. Saat ini, kem belum bisa ekstrem seperti versi lama,” tambah Bima yang di kelas ini mengandalkan Gupita Kresna dan Syamsul Arifin.

 Boleh tengok hasil kualifikasi yang tercepat Wahyu Aji Trilaksana (Yahama HDS). Menurut Wahyu dengan sokbreker USD, motornya sangat nyaman. “Untuk mesin masih perlu improve. Saya baru merasakan motor ini di YSR ini. Makanya tadi coba lari sediri, nggak rombongan. Karena slip streaming sering ‘menipu’ catatan waktu,” kata Wahyu yang mencetak 1 menit 51.251 detik. Ya kalau versi lama di QTT begini sudah berlari 1 menit 48 detik.

Bima Aditya

Coba tanyakan pada Om Hawadis yang meramu motor Wahyu. Katanya dia masih fokus pada daya tahan. Sebab, mesin VVA ini selalu minta kering pada putaran bawah. “Sebenarnya mesin VVA korekan saya belum maksimal. Untuk urutan pertama di QTT. Tapi, belum  memenuhi tujuan tim,” papa Hawadis yang di QQT ini menggunakan setelan AFR 12,5-12,6.

Posisi kedua ada M. Erfin dari Yamaha Bahtera NHK SSS tadi. Dia mendapatkan time 1.52.138. Motornya disetel oleh GDT tadi. “Pokoknya R15 VVA telah punya basis yang lebih baik. Kem-nya pun gabungan templar dan roller. Tinggal riset dan pasti hasilnya akan lebih mantap,” tambah GDT.

Posisi QTT ada Rey Ratukore dengan time 1.52.566. Dia juga memakai strategi setting untuk mencari endurance. “Ke depan soal power mesin kan lebih cepat ditemukan performanya. Tinggal mencari perbandingan rasio yang paling pas,” papar Rey yang memgaku baru menyetting motor dari Jumat pagi, kemarin. Raider

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353